Jokowi Sebut Ekonomi Kuartal III 2020 -3%, Gubsu: Kencangkan Ikat Pinggang

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 14:31 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi di Pasar Sentral Medan (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi di Pasar Sentral, Medan (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Presiden Jokowi memprediksi ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 berada di angka -3 persen. Menyikapi hal itu, Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta semua pihak mempersiapkan diri menghadapi resesi.

"Mengencangkan semua tali pinggang. Seluruh rakyat menyadari hal ini," ucap Edy di Pasar Sentral, Medan, Rabu (4/11/2020).

Selain meminta mengencangkan ikat pinggang, Edy mengatakan pihaknya akan mencari terobosan untuk mengatasi hal ini. Dia mengatakan beberapa sektor akan diperkuat untuk mengatasi ancaman resesi ini.

"Yang kedua, pemerintah mencari terobosan-terobosan, khususnya terfokus pada pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan," tuturnya.

Selain sektor yang disebutkan di atas, usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) juga akan menjadi fokus untuk diperkuat Edy. Sektor-sektor ini akan diperkuat dengan memberikan bantuan kepada pelaku usaha.

Edy mengatakan bantuan yang akan diberikan ini berasal dari APBD Pemprov Sumut. Anggaran untuk membantu pelaku usaha ini sudah dimasukkan dalam salah satu poin refocusing anggaran yang dilakukan di tengah pandemi COVID-19 ini.

"Itulah terfokus tadi yang saya katakan. Ada refocusing. Dana APBD yang di-refocusing untuk COVID- 19. Yaitu yang pertama untuk kesehatan, kedua jaring pengaman sosial, ketiga bantuan stimulus ekonomi kepada tadi saya sampaikan, para petani, peternak, UMKM yang kita bantu untuk menyehatkan ekonomi mereka," jelas Edy.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meramal ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan kembali terkontraksi. Untuk itu, Jokowi mengingatkan para menterinya untuk menggenjot anggaran belanjanya di sisa tahun ini.

"Saya ingin menyampaikan yang berkaitan dengan kuartal keempat, ini adalah kuartal terakhir. Saya harapkan realisasi belanja kita betul-betul harus berada pada titik yang paling maksimal," tuturnya dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11).

Arahan Jokowi terkait anggaran belanja itu berkaitan dengan penyelamatan ekonomi pada kuartal IV-2020. Untuk kuartal III-2020, Jokowi mengakui ekonomi RI bakal kembali terkontraksi. Dia meramal bisa -3 persen lebih.

"Kita tahu kemarin di triwulan II, pertumbuhan ekonomi kita di angka -5,32 persen. Di kuartal III-2020 ini kita juga mungkin sehari, dua, atau tiga hari ini akan diumumkan BPS, juga masih berada di angka minus. Perkiraan kita angkanya -3 persen, naik sedikit," terangnya.

(aud/aud)