Jelang MotoGP Mandalika, Kemendes Target Bangun 752 Homestay

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 21:36 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar bakal ke Tuban pada Sabtu (24/10). Bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, ia ingin meningkatkan derajat kesehatan warga desa.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) diamanatkan untuk mengembangkan desa-desa di sekitar Kawasan Pariwisata Super Prioritas Mandalika, Lombok, NTB. Ada empat kabupaten dan 787 desa yang akan dikembangkan dengan alokasi anggaran Rp 9,4 miliar.

Pengembangan kawasan di Kawasan Pariwisata Super Prioritas Mandalika dibahas dalam rapat koordinasi terkait persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun 2021. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar hadir dalam rapat virtual yang dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Panjaitan.

Abdul Halim menjabarkan pihaknya akan berupaya menghadirkan multiplier effect dari event MotoGP untuk membantu mengembangkan ekonomi lokal dengan membangun homestay, digitalisasi promosi, dan pemasaran kultur maupun keindahan di kawasan pariwisata Mandalika.

"Kemendes PDTT juga bakal mendorong pemasaran produk unggulan desa melalui BUMDes untuk masuk ke event MotoGP, hotel, dan tempat wisata," kata Abdul Halim dalam keterangan tertulis, Selasa (3/11/2020).

Abdul Halim yang akrab disapa Gus Menteri mengusulkan agar alokasi anggaran dialihkan untuk pembangunan homestay di empat kecamatan di sekitar Kawasan Mandalika. Tiga kecamatan berada di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kecamatan Pujut, Praya Barat, dan Praya Timur, serta Kecamatan Jerowaru di Kabupaten Lombok Timur.

Pembangunan homestay, kata Gus Menteri, juga bisa menggunakan dana desa dari sejumlah desa setempat. Sementara itu, pengelolaan homestay dilakukan oleh BUMDes bekerja sama dengan masyarakat menggunakan sistem bagi hasil.

Gus Menteri menguraikan Jika alokasi dana Rp 9,4 Miliar ditambah dengan dana desa maka diperkirakan bisa membangun 752 homestay. Rinciannya, yaitu Rp 9,4 miliar dana di Kemendes PDTT sebagai stimulan (hibah ke BUMdes) dan dana desa sebesar Rp 20,7 miliar.

"Maka akan terkumpul dana Rp 31 Miliar untuk 51 Desa. Dana jika diasumsikan pembangunan Rp 40 juta (per homestay) maka terbangun 752 Homestay," urai Mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Kemendes PDTT akan mengirimkan tim khusus ke kawasan Mandalika mulai bulan November 2020 hingga Januari 2021 untuk mengidentifikasi potensi dan masalah di lapangan. Rencananya, bulan Februari 2021 proses pembangunan homestay akan dimulai dan diperkirakan selesai Juni 2021. Selanjutnya langsung digelar promosi di Official Website Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

"Kemendes PDTT juga bakal inventarisasi desa-desa wisata di NTB dan bakal promosikan juga di Official Website MGPA bakal para wisatawan bisa mengetahui secara detail dan akan mengunjunginya," ungkap Gus Menteri.

Menko Luhut menyambut positif rencana yang dipaparkan Gus Menteri ini karena melibatkan masyarakat dan dinilai dapat memberi efek langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

(mul/mpr)