Mendes Paparkan Program Pembangunan Global dalam Konteks Desa

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 16:10 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar
Foto: dok. Kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 tahun 2017 tentang tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs jadi dasar praktik pembangunan di desa yang diarahkan ke SDGs Desa.

Menurutnya Perpres ini mengatur pembangunan total atas desa yang mengarah pada 18 tujuan pembangunan berkelanjutan di desa, sehingga hal ini diyakininya mampu berkontribusi 74 persen atas pencapaian SDGs nasional.

"Kami melokalkan SDGs global ke dalam konteks desa, agar memudahkan kampanye, implementasi di lapangan, dan pengorganisasian dari pusat ke desa. SDGs Desa diimplementasikan mulai 2021 sesuai dengan Permendesa PDTT No 13/2020 tentang prioritas penggunaan dana desa 2021," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).

Hal ini ia ungkapkan saat menjadi pembicara dalam Dialog Panel The International Telecommunication Union (ITU) dengan tema Kolaborasi antar Sektoral untuk mendukung Kemajuan Digital menuju SDGs secara virtual.

Dia menuturkan untuk membumikan narasi SDGs Desa ini, konteks desa-desa di Indonesia diwakili oleh Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif. Hal ini untuk menghargai keberagaman agama, budaya dan adat istiadat bangsa Indonesia, juga menampung kearifan lokal masyarakat dan kelembagaan desa yang produktif agar bertahan, bahkan berkembang.

"SDGs Desa menghasilkan tipe-tipe Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan, Desa Ekonomi Tumbuh Merata, Desa Peduli Kesehatan, Desa Peduli Lingkungan, Desa Peduli Pendidikan, Desa Ramah Perempuan, Desa Berjejaring, dan Desa Tanggap Budaya," ungkapnya.

Adapun Desa Digital, kata dia, juga termasuk dalam program SDGs Desa. Pada saat ini ada 233 desa yang menjadi contoh desa digital di Indonesia, salah satunya Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Abdul Halim mengatakan kerja sama antarnegara untuk pencapaian desa digital sebaiknya perlu mencakup pemenuhan infrastruktur desa digital, seperti jaringan internet, komputer, handphone, dan alat-alat early warning system. Kerja sama juga untuk memenuhi pelatihan operator desa berjejaring secara online dan offline.

"Integrasi informasi SDGs Desa antarnegara dapat disusun untuk mempercepat peningkatan pengetahuan dan akurasi kebijakan pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat," pungkasnya.

Sebagai informasi berikut detil program SDGs Desa yang mencakup tujuan Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Tanpa Kelaparan, Desa Sehat dan Sejahtera, Pendidikan Desa Berkualitas, Keterlibatan Perempuan Desa, Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi.

Tujuan berikutnya ialah Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan, Desa Tanpa Kesenjangan, Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman, Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan.

Berikutnya tujuan Desa Tanggap Perubahan Iklim, Desa Peduli Lingkungan Laut, Desa Peduli Lingkungan Darat. Lalu tujuan Desa Damai Berkeadilan, Kemitraan untuk Pembangunan Desa, Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif. (prf/ega)