ADVERTISEMENT

Pandemi Corona, Gubernur Sumbar Gelar Pesta Pernikahan Putranya Selama 3 Hari

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 03 Nov 2020 10:18 WIB
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Jeka Kampai/detikcom)
Foto: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno akan menggelar hajatan pesta pernikahan putranya. Pesta kawinan yang dalam bahasa Minang disebut baralek gadang itu, digelar di masa pandemi Corona, selama 3 hari berturut-turut.

Undangan pesta tersebut sudah beredar luas di masyarakat. Tertulis, pesta puncak akan dilangsungkan pada Minggu (8/11/2020) mendatang di Auditorium Gubernuran Jalan Jenderal Sudirman. Auditorium berada dalam kompleks Istana Gubernur. Sebelum prosesi baralek gadang, akan ada ada juga pesta dua hari, yakni tanggal 6 dan tanggal 7 November.

Sebagai pengundang pesta terlihat nama Irwan Prayitno dan Nevi Zuairina. Nevi adalah anggota Komisi VI DPR-RI. Nama besannya tertulis Makky Ananda dan Mira Zauti Thahir. Nama anak-anak mereka yang akan menikah tertulis Ibrahim dan Nabila.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Barat, Jasman Rizal mengkonfirmasi kabar baralek gadang gubernur tersebut. Ia menyebut, baralek akan dilangsungkan dari Jumat (6/11) hingga Minggu (8/11).

"Baralek Pak Gubernur ini sudah direncanakan sejak lama. Sebenarnya (mau) pada bulan Desember 2020, dan itu telah lama terjadwalkan. Tapi karena ada larangan dari Pemko Padang untuk tidak melakukan pesta mulai 9 November, makanya dipercepat," kata Jasman kepada Detikcom, Selasa (3/11/2020).

"Rencana awalnya tanggal 4, 5 dan 6 Desember. Namun karena ada larangan pesta pernikahan mulai tanggal 9 November, maka pak Gub memilih menghormati keputusan Pemko Padang," tambah dia.

Penjelasan Gubernur Sumbar

Berikut penjelasan lengkap Gubernur Sumbar melalui Biro Humas Setda Sumbar:

Terkait banyaknya pemberitaan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno akan menggelar pesta pernikahan anaknya selama tiga hari berturut-turut ditengah pandemi Covid-19 pada tanggal 6-8 November 2020. Sebelumnya masyarakat Kota Padang dilarang mengadakan pesta pernikahan baik di gedung, Convention Center maupun di rumah mulai 9 November 2020.

Irwan Prayitno meluruskan, bahwa pihak keluarga telah berencana jauh hari untuk mengadakan pesta Nikah di tanggal 4,5,6 Desember sebelum adanya Pemerintah Kota Padang melarang mengadakan pesta pernikahan mulai 9 November 2020 mendatang. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Walikota Padang Nomor: 870.743/BPBD-Pdg/X/2020 tentang larangan pesta perkawinan dan batasan bagi pelaku usaha.

"Sebelumnya kami telah berencana acara pernikahan anak kami pada tanggal 4-6 Desember 2020, namun karena adanya surat edaran Walikota Padang yang melarang acara pernikahan mulai tanggal 9 November nanti. Maka kami sekeluarga sepakat untuk memajukan pada tanggal 6-8 November 2020," kata Irwan Prayitno usai pimpin Apel Bersama Ikrar Netralisasi ASN dilapangan kantor gubernur, Selasa (3/11/2020).

Irwan Prayitno menegaskan, tidak ada konspirasi terkait keputusan pemko Padang tersebut. Bahkan sempat undangan telah dicetak pada bulan Desember 2020.

"Jadi tidak benar, kalau kami melakukan konspirasi bersama pemko Padang. Karena ada SE Walikota itu, kami panitia kembali mengadakan rapat dan memutuskan untuk memajukan pernikahan anak kami," ucapnya.

Terkait pernikahan anaknya itu pada masa pandemi Covid-19, Irwan Prayitno menjelaskan pernikahan harus dilakukan sesuai aturan protokol kesehatan yang ketat.

"Jadi saya sebagai orang tua bertanggung jawab memberikan kesempatan untuk anak kami menikah, tapi pernikahan itu kita atur sesuai protokol kesehatan," tuturnya.

Rencananya resepsi pernikahan akan dilangsungkan dengan aturan ptotokol Covid bagi para tamu undangan yang datang . Dimana tamu tidak makan di tempat (makanan dibawa pulang), panitia tidak menyediakan meja, tamu hanya diberikan nasi kotak.

Kemudian untuk ucapan selamat kepada pengantin, tamu undangan diminta hanya memberikan salam santun tanpa bersentuhan.

Undangan dibuat 3 hari agar tidak terjadi kerumunan dan dibagi per jam kehadiran. Setiap undangan yang hadir memiliki jadwal yang berbeda.

Tidak hanya itu, Irwan Prayitno menegaskan, untuk pelaksanaan pesta itu akan diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Masker disediakan bagi yang tidak pakai masker, selanjutnya untuk hand sanitizer (cuci tangan) disediakan di beberapa titik tempat acara.

"Makanya pelaksanaannya dibagi tiga hari. Jadi, per hari dan per jam jumlah tamu dibatasi. Selain itu, protokol kesehatan tetap dijalankan dengan ketat," ungkap Irwan.

BIRO HUMAS SETDA SUMBAR

(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT