Round-Up

Wanti-wanti Jokowi Tak Mau Gelombang Kedua Corona Terjadi di RI

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 21:35 WIB
Presiden Jokowi dalam peringatan Maulid Nabi
Presiden Joko Widodo (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Gelombang kedua penularan virus Corona (COVID-19) tengah melanda sejumlah negara di Eropa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan segenap pihak tetap waspada menghadapi pandemi ini.

Wanti-wanti itu disampaikan Jokowi saat memberikan arahan dalam sidang kabinet paripurna seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/11/2020).

"Yang berkaitan dengan COVID, saya ingin menekankan sekali lagi hati-hati karena ini di Eropa muncul gelombang kedua yang naiknya sangat drastis sekali. Jadi jangan sampai kita teledor, jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita," kata Jokowi.

Jokowi kemudian mengungkapkan kasus Corona di sejumlah negara di Eropa mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Untuk itulah, Jokowi meminta fenomena gelombang kedua Corona di Eropa menjadi perhatian semua pihak.

"Saya lihat beberapa negara. Prancis melompatnya dari berapa ke berapa, Italia juga melompatnya, Inggris, Jerman, Spanyol, ada kenaikan yang sangat drastis, ini agar menjadi perhatian kita semuanya dan kehati-hatian kita semuanya," tutur Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menyampaikan soal rata-rata kasus Corona di Indonesia yang berada di bawah rata-rata dunia. Jokowi berpesan supaya kasus aktif COVID-19 semakin ditekan.

"Kita memiliki kasus aktif sebesar 13,78 persen, rata-rata dunia kasus aktif dunia 25,22 persen. Ini yang terus harus tekan, sehingga angka 13,78 persen ini bisa kita perkecil lagi," ujar dia.

Diakses dari situs covid19.go.id, kasus aktif COVID-19 di Indonesia per Minggu (1/11) sebesar 56.899. Total kasus kumulatif sebesar 412.784.

Jokowi juga menyoroti rata-rata angka kematian di Indonesia yang masih di atas rata-rata dunia. Dia menegaskan hal itu harus menjadi perhatian semua.

"Yang masih kita di atas rata-rata dunia adalah angka kematian atau kasus meninggal di Indonesia, itu kita masih di angka 3,38 persen, rata-rata dunia 2,5 persen, ini yang patut menjadi perhatian kita semuanya," ujar dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2