Cawalkot Hendi Unggulkan Program Semarang Smart Card, Apa Itu?

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 22:02 WIB
Timses Hendi-Ita
Foto: Timses Hendi-Ita
Jakarta -

Semarang Smart Card jadi program yang diunggulkan pasangan calon wali kota Semarang 2020-2024 Hendi-Ita. Kartu pintar tersebut nantinya akan menjadi single card masyarakat di Kota Semarang dalam mengakses berbagai layanan publik.

Hendi menuturkan Semarang Smart Card sebagai single card warga Kota Semarang, akan mengintegrasikan seluruh layanan publik, untuk kemudian bisa dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.

"Rancangannya, kartu tersebut nanti akan berisi data diri, yang terintegrasi ke Basis Data Terpadu milik Pemerintah Kota Semarang, sehingga dapat secara otomatis mengidentifikasi fasilitas untuk masing-masing," jelas politisi PDI Perjuangan tersebut dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).

"Semisal yang bersangkutan masuk database warga miskin maka fasilitas bantuannya ini, yang pencari kerja dapat bantuan ini, yang petani dapat bantuan ini, yang home industri dapat ini, dan seterusnya," terangnya.

Di sisi lain, Hendi menekankan fungsi Semarang Smart Card adalah untuk membangun sebuah ekosistem ekonomi di Kota Semarang, sehingga transaksi ekonomi bisa digerakkan secara langsung.

"Jadi dengan kartu ini transaksi berputar di Kota Semarang, misalnya dapat sembako dari warung terdekat, dapat pelatihan dari start-up atau lembaga pelatihan asli Semarang, sampai dapat pupuk juga dari kios di sekitar," paparnya.

"Termasuk UMKM di Kota Semarang kalau ada program promosi atau diskon apapun juga bisa diintegrasikan. Dengan begitu maka akan meningkat transaksi ekonomi di Kota Semarang," imbuhnya.

Sebagai informasi, rintisan Semarang Smart Card telah digagas Hendi sebelum dirinya sebagai calon Wali Kota Semarang petahana menjalani cuti kampanye, yaitu dengan mengganti paket bantuan sosial warga terdampak pandemi COVID-19 dengan kartu pintar.

Melalui kartu tersebut, warga tidak lagi menerima paket bantuan sosial secara langsung dari Pemerintah Kota Semarang, melainkan dari warung-warung sembako sekitar tempat tinggal. Program tersebut diinisiasi oleh Hendi agar kemudian juga terjadi transaksi ekonomi di masyarakat, yang dapat membangkitkan aktivitas ekonomi di Kota Semarang.

(mul/mpr)