IPW: Pensiunan-Eks Pejabat Jangan Intervensi Kasus Pengendara Moge Keroyok TNI

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 15:35 WIB
Neta S. Pane
Ketua Presidium IPW Neta S Pane (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti kasus pengeroyokan yang dilakukan anggota klub motor Harley-Davidson kepada anggota TNI di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar). IPW meminta agar para pensiunan hingga pejabat tinggi tidak mengintervensi polisi dalam menangani kasus tersebut.

"Para pensiunan dan mantan pejabat tinggi jangan mengintervensi Polres Bukittinggi maupun Polda Sumbar dalam menangani kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah pengendara motor gede (moge) terhadap dua anggota TNI di daerah itu," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan tertulis, Senin (2/11/2020).

Neta berharap jajaran kepolisian yang menangani kasus pengeroyokan ini agar menolak adanya intervensi dari siapapun. Dia ingin polisi bersikap profesional dalam menangani kasus tersebut.

"Selain itu, Indonesia Police Watch (IPW) berharap, jajaran Polres Bukittinggi dan Polda Sumbar juga jangan mau diintervensi oleh siapapun, termasuk oleh para pensiunan yang sok kuasa. Jajaran kepolisian di Sumbar harus promoter dalam menangani kasus penganiayaan terhadap dua anggota TNI itu," ujarnya.

Neta mengatakan polisi harus tetap menahan dan tidak menangguhkan penahanan para tersangka sampai berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan. Dikatakan Neta, bila para tersangka tidak ditahan, maka akan menimbulkan kesan negatif kepada polisi yang menangani kasus tersebut serta menimbulkan kemarahan dari kawan korban.

"Para tersangka harus tetap ditahan dan jangan sampai penahanannya ditangguhkan hingga BAP-nya dilimpahkan ke kejaksaan. Penangguhan penahanan terhadap pengendara moge yang menganiaya kedua anggota TNI itu hanya akan menimbulkan ekses negatif bagi Polres Bukittinggi dan bukan mustahil penangguhan itu akan memunculkan kemarahan kawan kawan korban," tuturnya.

Selain itu, Neta berharap agar kedua korban tidak menerima tawaran damai dari para tersangka. Neta ingin kasus pengeroyokan ini menjadi pembelajaran bagi geng motor lainnya untuk tidak arogan serta ugal-ugalan di jalan.

"IPW juga berharap, kedua korban jangan mau menerima tawaran damai dari para pelaku penganiayaan. Kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi para pelaku maupun para pengendara moge lainnya agar tidak arogan, tidak ugal-ugalan, dan tidak ringan tangan main keroyok di jalanan," ucapnya.

IPW berharap kasus ini bisa dituntaskan sampai ke meja hijau. Simak halaman selanjutnya. >>>