PPP Gelar Muktamar Pilih Ketum Baru 18-21 Desember di Makassar

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Senin, 02 Nov 2020 14:15 WIB
Konferensi pers Muktamar PPP ke-IX (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Konferensi pers Muktamar IX PPP (Rahel Narda Chaterine/detikcom)
Jakarta -

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Muktamar Ke-IX untuk memilih Ketua Umum akhir tahun ini. Muktamar akan dilaksanakan pada 18-21 Desember di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

"Muktamar ke-IX PPP ini insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 18 atau 19 pembukaannya sampai 21 Desember. Tempatnya direncanakan di Kota Makassar. Muktamar ini akan kami laksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Arsul dalam Launching Muktamar IX PPP dengan tema 'Mempersatukan Umat, Membangun Indonesia' secara virtual, Senin (2/11/2020).

Arsul mengungkapkan, setiap peserta muktamar PPP diwajibkan melakukan tes PCR dan swab COVID-19. "Jadi kita harapkan 3-5 hari mereka melakukan PCR dan kemudian membawa ke Makassar itu PCR, swab," ujar Arsul.

Lebih lanjut, Arsul juga mengatakan pelaksanaan Muktamar akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat. Menurutnya, tidak semua acara dalam muktamar dilakukan secara fisik.

"Pertama memakai masker dan kedua menjaga jarak. Jarak ini nanti di ruangan akan kami buat minimal 1,5-2 meter. Yang berikutnya tidak semua acara Muktamar akan kita lakukan dengan kehadiran fisik. Yang hadir secara fisik terbatas," jelasnya.

Arsul kemudian menjelaskan logo Muktamar IX PPP, yang terdiri atas tiga aspek, Kakbah, Rumah Adat Toraja, dan Bendera Merah Putih. Ia menjelaskan logo tersebut menandakan adanya sifat inklusif dalam PPP.

"Nah, dengan lambang itu, PPP itu menunjukkan, meskipun PPP, partai Islam, kami adalah partai yang inklusif. Partai islam yang ditambah dengan bendera merah putih yang melindungi kami. Kami adalah partai yang memegang teguh konsensus bernegara kita, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika," tegas Arsul.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua SC Muktamar IX PPP Ermalena mengatakan tidak ada muktamar virtual bagi kader partainya. Ia menegaskan setiap kader PPP yang memiliki hak suara harus berangkat ke lokasi Muktamar di Makassar.

"Kita berharap bahwa seluruh kader partai yang hadir dalam Muktamar. Sekali lagi ya, seluruh kader partai dalam arti bahwa yang punya hak suara, yang bisa datang sebagai utusan ke Muktamar itu tidak ada yang tinggal di DPC masing-masing. Jadi semua harus berangkat ke lokasi Muktamar," kata Ermalena.

"Jadi sekali lagi harus berangkat ke lokasi Muktamar. Jadi tidak ada itu Muktamar virtual," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mendeklarasikan diri maju dalam pemilihan ketua umum yang akan dilaksanakan dalam Muktamar. Muktamar PPP akan digelar pada Desember 2020 seusai Pilkada 2020.

"Dalam keputusan Mukernas ke-4 yang telah diadakan awal tahun ini, salah satu isinya ialah bahwa kita akan melaksanakan Muktamar setelah selesai Pilkada 2020, karena pilkada ditunda ke Desember 2020, maka Muktamar akan dilakukan pada bulan Desember 2020," kata Suharso dalam keterangan yang diterima, Minggu (25/10).

(hel/gbr)