Ketua MPR Ungkap Kondisi Layanan Kecantikan di Bali Saat Pandemi

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 22:59 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: dok. MPR RI
Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan pandemi COVID-19 berdampak terhadap perekonomian di Indonesia, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga industri besar. Bahkan, imbas COVID-19 juga dirasakan oleh para dokter kecantikan, seperti halnya yang dialami pemilik klinik kecantikan AKL Clinic di Bali dr. Ketut Kwartantaya.

Bamsoet mengatakan sejak mewabahnya pandemi COVID-19, kunjungan pasien mengalami penurunan hingga 60%. Namun, libur panjang kali ini membuat kliniknya kembali bergeliat.

"Klinik AKL yang berdiri sejak tahun 2007 ini melayani pasien domestik sekitar 80 persen. Sisanya 20 persen berasal dari mancanegara seperti Prancis, Italia dan Australia. Di saat normal, rata-rata kunjungan di atas 100 pasien. Sejak pandemi COVID-19, kunjungan pasien menurun 50-60 persen. Bisa dimaklumi jika pandemi tak lagi membuat orang memikirkan kecantikan, namun lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan jiwa," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2020).

Dalam kunjungannya tersebut, Ketua DPR RI ke-20 ini juga mencoba perawatan yang ada di AKL Clinic. Salah satunya pembersihan wajah dengan laser Alma dan CO2 dari Amerika Serikat untuk membuang benjolan kecil pada tubuh tanpa rasa sakit.

"Di sini juga melayani perawatan kulit lain seperti chemical peels, dermolissage, rejuv peels, lasers, dan lainnya. Seiring berangsur pulihnya aktivitas masyarakat di tengah pandemi COVID-19, serta mulai dibukanya Bali untuk turis domestik, membuat minat masyarakat untuk memperhatikan kesehatan kulit dan wajah juga mulai kembali lagi," katanya.

Menurut Bamsoet selain menjaga tubuh agar tetap sehat, menjaga kesehatan kulit dan wajah juga penting dilakukan agar tetap segar. Hal ini tentunya akan menambah kepercayaan diri saat bertemu dengan orang lain.

Apalagi saat ini telah banyak klinik yang menawarkan perawatan kulit dan wajah dengan harga yang beragam sehingga konsumen pun memiliki banyak pilihan.

"Jika dahulu harganya selangit, kini sudah mulai membumi, karena pelaku usaha sudah semakin banyak minat konsumen juga meningkat. Usaha klinik perawatan kulit dan wajah adalah bagian dari pergerakan roda ekonomi nasional, karenanya perlu didukung. Tidak perlu lagi ada dikotomi antara pria dan wanita dalam melakukan perawatan kulit dan wajah. Karena keduanya sama-sama memerlukan. Wanita butuh memiliki kulit dan wajah yang sehat. Begitupun dengan pria," pungkas Bamsoet. (prf/ega)