Kemenhub & Dekranas Gelar Pelatihan buat Perajin di Labuan Bajo

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 20:18 WIB
Kemenhub
Foto: dok. Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar pelatihan kewirausahaan bagi para perajin kecil dan mikro di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut dibuka oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenhub sekaligus Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Endang Budi Karya.

"Potensi industri kerajinan di negara Indonesia masih besar, mengingat bahan baku lokal banyak tersedia seperti berbagai serat alam untuk anyaman, tanah liat untuk keramik, kain wastra, kayu, batuan, logam dan lain-lain. Industri ini diharapkan dapat tumbuh berkembang dengan pesat di seluruh pelosok Nusantara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2020).

Lebih lanjut Endang menyampaikan sesuai arahan Ketua Umum Dekranas, Wury Ma'ruf Amin pada Musyawarah Nasional Dekranas bulan Agustus lalu, visi Dekranas adalah menjadi lembaga yang handal dalam mendukung kemandirian ekonomi Indonesia.

Sementara itu Dekranas juga memiliki misi menyiapkan regenerasi perajin yang unggul dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan tradisi dan budaya bangsa, meningkatkan daya saing produk dengan selera global melalui pengembangan inovasi dan kreativitas, serta meningkatkan hubungan kemitraan dan kerjasama dengan lembaga nasional dan internasional di bidang industri kerajinan.

"Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut maka Dekranas bersinergi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta PT. Telkom Indonesia dalam rangka penumbuhan wirausaha baru dan regenerasi perajin, untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo," ucapnya.

Tak hanya itu, Endang menjelaskan pihaknya juga mendorong seluruh perajin untuk mengembangkan kreativitasnya melalui bisnis digital.

"Dekranas juga memandang perlu mendorong semua elemen pelaku usaha kerajinan untuk lebih peduli dan kreatif di era industri 4.0 dengan pengetahuan berbisnis secara digital dan online misalnya pembuatan website, pendayagunaan medsos, dan search engine," imbuhnya.

Guna mendorong pariwisata di Labuan Bajo, Endang mengingatkan agar perajin terus meningkatkan kualitas dari kerajinan yang ada, seperti kualitas desain dan kemasan, serta dapat menyesuaikan dengan selera pasar yang ada.

"Selain itu juga perlu adanya peningkatan kualitas desain dan kemasan produk agar sesuai dengan selera pasar. Dengan demikian, produk kerajinan kita dapat bersaing ke pasar global, sehingga kita bangga akan buatan Indonesia," katanya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono mengatakan pihaknya mendatangkan 12 orang pelatih ahli dan profesional dari pusat yang secara intensif akan membimbing peserta,

Kemenhub juga menugaskan 8 orang pelatih lokal untuk mendampingi para perajin pemula, baik selama pelatihan berlangsung maupun setelah pelatihan sehingga peserta dapat membuat dan menghasilkan kriya dengan desain dan kualitas yang baik.

"Kementerian Perhubungan sangat fokus dan terencana dalam menyelenggarakan pelatihan ini, kami fokuskan agar para perajin dapat menghasilkan produk yang kualitas dan desain yang bagus serta marketable" ujarnya.

Djoko menambahkan Kemenhub juga akan mendampingi para peserta nantinya dalam proses promosi dan pemasaran melalui penyediaan outlet baik di bandara, pelabuhan, penyeberangan, stasiun, maupun terminal bus sehingga para pelaku UMKM dapat memasarkan hasil kriyanya. Selain itu, Kemenhub akan bekerja sama dengan pihak-pihak lainnya untuk dapat lebih mengembangkan pelatihan bagi perajin pemula.

Di akhir acara, Endang berpesan kepada para peserta agar mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh sehingga mendapatkan hasil yang bermanfaat. Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para perajin.

"Ikutilah kegiatan ini dengan baik, serius dan sungguh-sungguh, agar dapat menjadi perajin-perajin muda yang kreatif, inovatif dan produktif serta memperoleh manfaat bagi pengembangan produk kriya souvenir di Labuan Bajo dan peningkatan pendapatan sebagai wirausaha kriya," pungkasnya.

Sebagai informasi program pelatihan ini akan berlangsung selama 5 hari mulai dari 31 Oktober - 4 November 2020 di Hotel La Prima, Labuan Bajo. Adapun untuk saat ini Kemenhub dan Dekranas menargetkan pelatihan sebanyak 500 lebih peserta yang tinggal di 5 kawasan pariwisata super prioritas dan daerah lainnya. Untuk area Labuan Bajo, telah siap sebanyak 100 peserta pelatihan.

Di tengah pandemi, program pelatihan juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan meliputi rapid test oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, serta penerapan 3M yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker selama berada di ruang pelatihan.

(prf/ega)