Round-Up

Bergema Seruan Boikot Produk Prancis dari Majelis Ulama Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 07:55 WIB

Umat Islam dinyatakan MUI tidak mencari musuh, tapi umat Islam punya harga diri. Upaya boikot dimaksudkan agar Macron minta maaf. MUI juga meminta penghentian penghinaan Nabi Muhammad SAW.

"Menghentikan segala tindakan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Besar Muhammad SAW termasuk pembuatan karikatur dan ucapan kebencian dengan alasan apa pun juga," kata MUI.

MUI mendukung sikap Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan anggotanya, seperti Turki, Qatar, Kuwait, Pakistan, dan Banglades yang telah memboikot produk Prancis. MUI mendesak mahkamah Uni Eropa untuk segera menindak dan menghukum Prancis karena Macron menghina Nabi Muhammad.

"Diimbau agar semua khatib/da'i/mubaligh/asatidz agar menyampaikan pesan materi Khutbah Jum'at untuk mengecam dan menolak terhadap penghinaan atas diri Rasulullah Muhammad SAW," tulis MUI di poin ke-6.

Terakhir, MUI mengimbau umat Islam Indonesia menyampaikan aspirasi dengan damai dan beradab.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto setuju dengan MUI untuk memboikot produk Prancis sampai Presiden Emmanuel Macron meminta maaf. Menurut Yandri, tindakan itu adalah bentuk protes.

"Setuju Presiden Macron harus cabut omongannya dan meminta maaf. Kalau perlu putuskan hubungan diplomatik dulu sampai Macron mencabut omongannya dan meminta maaf," ucap Yandri saat dihubungi, Jumat (30/10).

Sekilas soal produk Prancis, pesawat terbang dan komponennya yang mencapai lebih dari 45% dari total impor Indonesia. Namun demikian, ada pula produk-produk di luar penerbangan.

Berikut di antaranya, di halaman selanjutnya:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3