FPI Tanggapi Dubes Agus soal Bayan Safar: Tujuannya Persulit HRS

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 07:43 WIB
Munarman selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus penculikan dan penganiayaan Ninoy Karundeng. Munarman tampak meninggalkan Polda Metro Jaya.
Foto: Sekum FPI Munarman, (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyebut bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) telah memiliki bayan safar pada tahun 2018 dan mempertanyakan kenapa tidak pulang ke Indonesia. Front Pembela Islam (FPI) menyebut informasi yang disampaikan oleh Dubes Agus menyesatkan.

"Informasi yang selalu dikeluarkan oleh saudara Agus Maftuh, kami anggap sebagai infomrasi yang bertujuan untuk menyesatkan, disinformasi dan bertujuan untuk menyusahkan serta mempersulit posisi HRS. Jadi dari sudut pandang tugas pokok dan fungsi sebagai dubes, tidak sesuai dan bertentangan dengan mandatnya sebagai dubes," kata Sekum FPI Munarman, saat dihubungi Jumat (30/10/2020).

FPI tak mau ambil pusing dengan pernyataan dari Dubes Agus soal Habib Rizieq itu. FPI menyinggung Agus yang tak menjalankan mandatnya sebagai dubes.

"Jadi abaikan saja dia mau ngomong apa saja, yang jelas apapun pernyataannya adalah bertentangan dengan mandat nya selaku dubes," ucapnya.

Munarman juga mengomentari pernyataan Dubes Agus yang menyebut bayan safar bukan jaminan Habib Rizieq bisa kembali ke Indonesia. Ucapan itu disebut Munarman sebagai bukti Dubes Agus tidak menjalankan tugas.

"Itu bukti yang kesekian kalinya bahwa apa yang dia ucapkan selalu berlawanan dengan mandatnya," ucapnya.

"Di seluruh dunia, tugas dubes itu adalah membantu warga negaranya yang tersangkut persoalan di negara tempat dia bertugas. Tidak layak jabatan dubes digunakan untuk mempersulit warga negara sendiri," ujarnya.

Soal bayan safar, Munarman menyebut Rizieq sedang memproses dokumen tersebut untuk membebaskan dari pencekalan. Bayan safar dikeluarkan oleh Arab Saudi dan tidak berkaitan dengan KBRI.

"Sejauh ini saya kira persoalan Habib Rizieq soal dokumen tinggal lagi mengurus dokumen bayan safar, jadi soal daftar yang disebutkan Kedutaan Indonesia di Saudi itu karena dia memang tidak mengerti apa-apa, jadi selama ini itu tidak pernah dikeluarkan sama dia, dan justru sebagai duta besar, sebagai otoritas Indonesia yang mewakili Indonesia secara resmi, dan secara formal di luar negeri, keberadaan Dubes itu di mana-mana itu harusnya berusaha untuk memulangkan bukan justru menyatakan Habib Rizieq nggak bisa pulang, Habib Rizieq nggak bisa pulang ini bukan tugas duta besar yang tidak membantu sedikitpun, malah justru mempersulit kepulangan dari seorang warga negaranya, yang dengan itikad baik mau pulang ke negaranya sendiri. Karena itu Habib Rizieq yang tadinya berkoordinasi, akhirnya kemudian ikhtiar sendiri," kata Munarman dalam sebuah tayangan video yang disiarkan di channel YouTube Front TV, Minggu (18/10).

Selanjutnya
Halaman
1 2