Round-Up

Duduk Perkara Penolakan Lapas saat Polisi Ingin Periksa Napi Narkoba

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Okt 2020 05:01 WIB
Tampang napi Lapas Pekanbaru yang diduga pengendali narkoba
Foto: Tampang napi Lapas Pekanbaru yang diduga pengendali narkoba (dok. Kanwil Kemenkum HAM Riau)
Jakarta -

Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau sempat ditolak pihak Lapas Pekanbaru saat hendak memeriksa seorang narapidana diduga pengendali narkoba. Masalah itu akhirnya terselesaikan setelah Kakanwil Kemenkum HAM Riau Ibnu Chuldun menghubungi langsung Kapolda Riau Irjen Agung Setya.

Informasi mengenai tim Ditresnarkoba Polda Riau ditolak pihak Lapas Pekanbaru ini awalnya disampaikan Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (28/10/2020). Tim Polda Riau ditolak dengan alasan hari libur.

"Iya, tadi sore kita mencoba untuk memeriksa salah seorang napi yang diduga pengendali narkoba. Tapi, kehadiran kita ditolak," kata Hardian.

Dia menjelaskan timnya datang untuk memeriksa napi dengan membawa surat resmi. Surat tersebut yaitu pemberitahuan akan melakukan pemeriksaan napi yang diduga pengendali narkoba.

"Kita ada satu jam mencoba melobi dengan petugas di sana. Kita bawa surat resmi untuk kepentingan penyelidikan. Namun, kehadiran kita ditolak, alasannya hari libur tidak diperkenankan ada kunjungan termasuk dari keluarga napi," kata Hardian.

Hadian menilai alasan tersebut terlalu dibuat-buat. Sebab, saat tim berada di sana, ternyata ada seorang wanita pengunjung di Lapas. Artinya, sekalipun hari libur ada juga pihak keluarga Napi yang bisa masuk.

"Kita tahu, wanita yang keluar dari Lapas itu adalah istri dari seorang bandar narkoba yang pernah kita tangkap. Waktu itu barang buktinya 40 Kg sabu," kata Hardian.

Dengan kehadiran Ditresnarkona Polda Riau ditolak masuk, Hardian menyebutkan, maka napi yang diduga pengendali narkoba di luar akan menghilangkan barang bukti.

"Kalau kita ditolak masuk, ya pasti lah, napi tersebut akan menghilangkan sejumlah alat bukti soal dia dugaan sebagai pengendali. Kita sudah berusaha menghubungi Kalapas Pekanbaru melalui saluran telepon, tapi tak diangkatnya," kata Hardian.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3