2 Pria Aniaya WN Pakistan di Jakbar Gegara Tak Terima Diklakson

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 23:17 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (Foto: dok detikcom)
Jakarta -

Seorang pria WN Pakistan, Muhammad Imran (28) menjadi korban penganiayaan di Palmerah, Jakarta Barat. Pelaku berjumlah dua orang menganiaya korban karena tidak terima diklakson saat berkendara.

"Ya benar, kejadian tersebut terjadi pada 24 Agustus 2020 yang lalu saat korban berpapasan dengan pengendara lain. Korban mengklakson kemudian timbul penganiayaan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Arsya menjelaskan, kedua pelaku yakni BIT (33) dan DT (DPO) merasa kesal karena diklakson oleh korban. Salah satu pelaku turun dari kendaraannya dan menghampiri korban.

Mereka kemudian terlibat cekcok mulut. Kedua pelaku kemudian memukul hingga menyerang korban dengan senjata tajam.

"Akibat dari penyerangan tersebut korban mengalami luka goresan pada bagian punggung dan luka di sekitar kepala. Korban kemudian langsung melaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat," terang Arsya.

Tim di bawah pimpinan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra dan Kasubnit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Ipda M Rizky Ali Akbar kemudian melakukan penyelidikan. Polisi lalu menangkap seorang pelaku berinisial BIT (33) pada Selasa (27/10).

"1 dari 2 pelaku berhasil kami amankan di antaranya berinisial BIT ( 33 ) dan satunya lagi DT sedang kami lakukan pengejaran," ujar Arsya.

Sejumlah barang bukti pun turut disita polisi di lokasi penangkapan. Di antaranya berupa 1 buah jaket tersangka saat di TKP, 1 buah handphone milik tersangka, 1 buah KTP tersangka, 5 buah ATM dan 2 jam tangan.

Pelaku kini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Barat. Pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan terhadap orang dengan ancaman 5 tahun penjara.

(mei/mei)