China Tuding Menlu AS Provokasi, Komisi I DPR: RI Bebas Jalin Persahabatan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 17:10 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Mike Pompeo dituding sebagai serangan dan melakukan provokasi terhadap China. Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menegaskan Indonesia bebas menjalin persahabatan dengan negara manapun.

"Indonesia masih dan tetap menganut kebijakan politik luar negeri bebas aktif. Kebijakan polugri RI bebas menjalin persahabatan dengan negara manapun, termasuk AS dengan dilandasi oleh semangat perdamaian dunia," kata Meutya kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Menurut Meutya, Indonesia berkepentingan menjaga agar konflik AS dan China tidak mengganggu stabilitas di kawasan. Ia pun mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalin kerja sama bilateral dengan negara mana saja.

"Saya mendukung pemerintahan Presiden Jokowi untuk menjalin kerja sama bilateral dengan pihak manapun termasuk menerima kunjungan AS dengan rasa persahabatan, selama konstruktif dan membawa manfaat bagi masing-masing pihak," ucapnya.

Lebih lanjut, politikus Partai Golkar ini merasa Indonesia perlu menerima kunjungan dari para negara sahabat. Menurutnya, Indonesia membutuhkan kerja sama di bidang kesehatan untuk menghadapi pandemi COVID-19.

"Senagai DPR saya meyakini Indonesia dapat dan perlu menerima kunjungan negara-negara sahabat termasuk AS, apalagi dalam masa sulit seperti ini. Paling tidak kerja sama di bidang kesehatan melawan Covid, bidang perdagangan, pertahanan dan stabilitas kawasan," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2