Dubes China Tuding Menlu AS Provokasi RI, NasDem: Ekspresi Kekecewaan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 15:15 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard Mike Pompeo kembali lakukan lawatan ke Indonesia. Ia pun disambut hangat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor.
Foto: Presiden Jokowi dengan Menlu AS Mike Pompeo (dok. Setpres RI/Rusman)
Jakarta -

Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian menuding kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Mike Pompeo untuk melakukan serangan dan provokasi terhadap China. Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR RI Willy Aditya menilai pernyataan itu wajar sebagai ungkapan kekecewaan terhadap AS.

"Apa yang disampaikan oleh Dubes Xiao Qian kemarin adalah ekspresi kekecewaan yang wajar terhadap AS," kata Willy kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Anggota Komisi I DPR RI ini menilai pernyataan Mike Pompeo memang cenderung memprovokasi. Ia menyoroti penggunaan diksi yang digunakan Menlu AS dalam kunjungan ke Indonesia kemarin.

"Jika kita lihat dari sejumlah pernyataan Mike Pompeo, AS memang terlihat benar memprovokasi Indonesia dalam hubungannya dengan negeri Tirai Bambu itu. Dari bahasa yang digunakan, Mike bahkan terlihat tahu betul diksi yang tepat digunakan dalam kunjungannya ke Indonesia kemarin. Misalnya diksi 'Natuna' dan 'komunis'," jelas Willy.

Willy menegaskan politik luar negeri Indonesia menganut prinsip bebas aktif. Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI ini pun mengatakan Menlu China dapat datang ke Indonesia untuk membalas kunjungan yang dilakukan Menlu AS.

"Mungkin untuk 'membalas' aksi AS kemarin, Menlu Tiongkok perlu datang ke Indonesia untuk melakukan kunjungan kerja yang sama. Bila perlu perdana menteri atau presidennya sekalian," turur Willy

Menurut Willy, sikap yang dilakukan AS dan China merupakan bagian dari kepentingan diplomasi kedua negara, khususnya berkaitan dengan Laut China Selatan (LCS). Ia juga menilai pernyataan Dubes China menunjukan betapa penting dan strategisnya negara Indonesia.

"Di sisi lain, respon ini juga menunjukkan penting dan strategisnya Indonesia bagi kedua negara," ujar Willy.

Selanjutnya
Halaman
1 2