Arus Balik, Pemprov DKI Minta Warga Kembali Sebelum 1 November

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 14:56 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/10/2020). PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan penutupan sementara tempat istirahat (Rest Area) KM 50 arah Cikampek pada tanggal 27 -28 Oktober 2020 dan KM 52B arah Jakarta pada tanggal 1-2 November 2020, untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas pada libur panjang. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.
Ilustrasi Jalan Tol. (Fakhri Hermansyah/Antara Foto)
Jakarta -

Pemprov DKI memprediksi puncak arus balik libur panjang cuti bersama pada 1 November. Namun, warga DKI diminta kembali sebelum hari Minggu pekan ini.

"Kami mengimbau kepada warga itu jangan balik seluruhnya tanggal 1 di hari Minggu. Lakukan perencanaan besok hari Sabtu sudah ada yang balik," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, kepada wartawan, Jumat (30/10/2020).

Dia khawatir, jika arus balik berbarengan di tanggal 1 November, akan ada kepadatan di rest area, sehingga berpotensi menjadi tempat penyebaran virus Corona pada arus balik.

Syafrin menyebut pada momen arus balik ini memang yang harus diantisipasi adalah interaksi warga, termasuk tempat-tempat istirahat. Sebab, angkutan umum dan pengguna kendaraan pribadi akan beristirahat di lokasi yang sama.

"Jika protokol kesehatan di rest area itu tidak dilaksanakan dengan baik tentu ini potensi terjadinya penularan secara masif. Apalagi warga dalam kondisi kelelahan, ini yang paling disenangi oleh virus. Imunnya sedang turun karena kelelahan, begitu banyak orang yang berkumpul," paparnya.

Pemprov DKI juga mengimbau pengelola jalan tol dan rest area untuk melakukan pengawasan secara ketat. Dia juga meminta ada petugas yang secara khusus mengatur jumlah orang beraktivitas di fasilitas rest area.

"Misal di toilet maksimum 5 orang. Ada petugas yang hitung untuk antre di luar. Satu masuk, satu keluar, gantian terus. Jadi terjaga. Demikian di musala di rest area juga dilakukan pembatasan sehingga di tengah-tengah libur panjang ini pada arus balik potensi penularan kita bisa minimalisir," kata Syafrin.

Pemprov DKI juga mengimbau tak mengajak warga ke Jakarta. Simak pernyataannya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2