Guru Besar Unpad Tegaskan Vaksin COVID-19 Aman, Ini Penjelasannya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 13:36 WIB
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Ilustrasi vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Pakar imunisasi dari Fakultas Kedokteran Unpad Prof Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita menjawab isu soal keamanan vaksin COVID-19 yang tengah diuji klinis. Cissy menjamin vaksin COVID-19 yang sedang diuji aman. Ini alasannya.

"Kalau tidak aman, uji klinik sudah dihentikan dari awal, dengan kata lain tidak boleh naik kelas. Ini sudah bisa dikatakan aman, fase satu sudah ada reportnya, aman, kemudian dilanjutkan dengan fase 2, sudah dilaporkan aman," ujar Prof Cissy dalam keterangan pers dari Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (30/10/2020).

Berbagai kandidat vaksin pun telah disiapkan oleh pemerintah antara lain Sinovac, CanSino dan Sinopharm. Vaksin Sinovac yang akan diproduksi bersama Bio Farma, saat ini sudah berada pada tahap uji klinik fase 3 di Bandung dan telah mengambil subjek sebanyak 1.620 orang dewasa dan sedang menunggu hasilnya.



Prof Cissy juga menambahkan bahwa terdapat jurnal-jurnal internasional yang sangat terakreditasi dan laporan fase 1 dan 2 sudah dipublikasikan dalam jurnal.

"Dalam jurnal tersebut dikatakan uji klinik fase 1 dan 2 dari vaksin COVID-19 Sinovac sudah aman, itu bagus sekali. Tapi memang laporan uji klinik fase 3 memang belum ada karena yang di Brasil mungkin baru selesai bulan Oktober ini dan yang di Indonesia baru selesai tahun depan, sebaiknya kita tunggu hasil dari uji klinik fase 3," ujar Prof Cissy yang juga merupakan Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Terkait dengan uji klinis fase 3 harus dilakukan di negara produsen vaksin tersebut, Prof Cissy juga menanggapinya bahwa sebetulnya secara aturan boleh saja dilakukan di luar negeri tapi memang supaya lebih yakin uji klinis fase 3 dilakukan di negara yang ingin memakainya.

"Uji klinik fase 3 itu adalah untuk melihat efikasi atau khasiat dari vaksin, selain keamanan nya juga. Apakah setelah divaksinasi, seseorang itu bisa jadi sakit atau tidak dan memang salah satu syarat dari uji klinik fase 3 harus dilakukan di lebih dari satu senter," ujar Prof Cissy.

Mengenai tahapan uji klinis, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyampaikan alasannya mengapa saat ini dilakukan uji klinis tahap 3 terhadap vaksin COVID-19. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2