Round-Up

Video Lama Muncul di Tengah Perburuan Pelaku Begal Sepeda Kolonel Marinir

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 08:00 WIB
Ilustrasi Begal, Rampok, Jambret. Andhika Akbarayansyah/infografis.
Foto: Ilustrasi begal. (Andhika Akbarayansyah)
Jakarta -

Polisi masih memburu pelaku begal terhadap Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko saat bersepeda di Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Di tengah perburuan itu, muncul video lama yang dinarasikan sebagai pelaku.

Kadispen Kormar Letkol Gugun Saeful Rahman mengatakan video yang beredar itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa pembegalan kepada Kolonel Pangestu. Menurut Gugun, pelaku yang dinarasikan sebagai pembegal Kolonel Pangestu tersebut merupakan pelaku penjambretan di dalam Commuter Line.

"Video itu terjadi pada tanggal 13 Mei 2017 sekitar pukul 10.00 WIB di Stasiun Depok," kata Gugun saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (29/10/2020).

Pelaku penjambretan tersebut, sambung Gugun, bernama Febriansyah, warga Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Kala itu pelaku menjambret tas milik perempuan bernama Umi Alifah, warga Beji, Depok.

Aksi pelaku penjambretan tersebut diketahui oleh Marinir yang tengah bertugas mengamankan kondisi KRL saat itu. Pelaku pun diinterogasi oleh petugas KRL hingga anggota Marinir tersebut.

"Ditangkaplah sama anggota Marinir yang satuan tugas di kereta api dan anggota sekuriti PKD dan dilakukan interogasi," ujar Gugun.

Lebih lanjut Gugun mengatakan pihaknya juga telah memberikan sanksi kepada oknum Marinir yang telah mencambuk pelaku penjambretan tersebut.

"Tindakan marinir akibat perbuatan itu waktu itu sudah diproses hukum juga oleh kita, karena melakukan tindakan seperti itu. Kan tidak boleh. Jadi sudah jelas ya yang dipukul itu adalah penjambret bernama Febriansyah, itu video 3 tahun lalu ya," tuturnya.

Terkait kasus begal sepeda, Kolonel Marinir Pangestu yang menjadi korban masih dirawat di RS dan kini kondisinya membaik. Menurut Gugun, imbas luka yang diderita dari peristiwa pembegalan tersebut, Kolonel Pangestu sempat harus menjalani CT scan.

"Masih dirawat (di rumah sakit), belum keluar. Tapi sudah berangsur membaik," kata Gugun.

Selanjutnya
Halaman
1 2