Komisi I Harap Pertemuan Jokowi-Menlu AS Berdampak Stabilitas di Laut Natuna

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 07:12 WIB
Partai Golkar menggelar diskusi bertemakan Bersatu Melawan Corona yang digelar di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). Diskusi dihadiri (kiri ke kanan) Satgas Waspada & Siaga Corona DR Erlina Burhan, Direktur Eksekutif CSIS Phillip J Vermonte, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid, dan Deputi V BIN Mayjen TNI Afini Boer.
Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Komisi I DPR RI menilai pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dengan Menlu AS Mike Pompeo bagus untuk Indonesia. Ia berharap pertemuan itu bisa berdampak pada stabilitas kawasan, termasuk soal perairan Natuna.

"Komunikasi yang intens dengan AS kita harapkan juga berdampak pada stabilitas wilayah kawasan, termasuk perairan Natuna," kata Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid saat dihubungi, Kamis (29/10/2020).

Politikus Partao Golkar itu juga mengatakan kunjungan Mike Pompeo ke Indonesia semakin menunjukkan Indonesia dianggap mitra penting bagi AS. Dengan demikian, menurutnya, banyak hal baik yang bisa didapat Indonesia dari hubungan yang baik dengan AS tersebut, mulai dari bidang pertahanan, keuangan, hingga penanganan COVID-19.

"Dalam berbagai hal baik itu pertahanan (pertemuan kedua Menhan kemarin) maupun hubungan dagang karena dalam delegasi juga ikut yang mewakili pemerintah AS bidang keuangan," katanya.

"Selain tentu dalam hubungan dagang dan yang utama kerja sama dalam penanganan COVID, kerja sama vaksin dan lain-lain," lanjutnya.

Sebelumnya diketahui, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Richard 'Mike' Pompeo melakukan lawatan ke Indonesia. Pompeo bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor.

Selain bertemu Jokowi, Mike Pompeo juga bertemua Menlu Retno Marsudi. Pompeo dan Retno membahas visa pelajar hingga Laut China Selatan.

Saat bertemu Mike Pompeo, Jokowi ingin AS memahami kepentingan negara-negara berkembang serta negara-negara muslim. Jokowi juga mendorong AS bersama negara di Asia Tenggara mewujudkan stabilitas di kawasan.

"Presiden juga menyampaikan ingin melihat Amerika memahami kepentingan negara berkembang dan presiden juga menekankan ingin Amerika memahami kepentingan negara-negara Muslim. Selain itu, presiden juga mengatakan bahwa Indonesia ingin bahwa Amerika juga memahami Asia Tenggara dan bersama dengan negara-negara Asia Tenggara mewujudkan perdamaian stabilitas dan kerja sama di kawasan," ujar Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/10).

(ibh/idh)