GP Ansor Kenalkan Islam Moderat ke Menlu AS: Tak Identik dengan Teror

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 21:45 WIB
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyerahkan plakat ke Menlu AS Mike Pompeo.
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyerahkan plakat ke Menlu AS Mike Pompeo. (Foto: dok. Istimewa)

Dalam pertemuan itu, Mike Pompeo juga menyebutkan bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju. Menurutnya, Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia bisa berdampingan dengan agama lain.

"Saya percaya Indonesia bisa maju. Tidak ada alasan Islam tidak bisa berdampingan dengan agama lain," kata Pompeo.

Menurut Pompeo, hidup harmoni secara bersama dan saling menghormati adalah hal yang sangat penting. Dia bahkan menyebut bahwa motto 'Bhineka Tunggal Ika' sama dengan motto yang dimiliki Amerika Serikat, termasuk UUD 1945 yang menyatakan bahwa semua orang bebas melaksanakan dan memilih agama yang dianutnya.

Pompeo juga menyebut soal hak-hak dasar manusia yang tidak bisa dicabut, di antaranya hak-hak kebebasan hati nurani dan kebebasan beragama. Dia memuji NU yang bisa memainkan peran penting untuk membina harmoni sebagai masyarakat yang bebas. Pompeo juga menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai ormas keagamaan yang bisa menjaga tradisi toleransi dalam negara demokrasi yang berkembang pesat.

"Oleh karena itu, NU sebagai organisasi muslim, sangat kuat untuk menjaga hak-hak yang tidak bisa dicabut (Unalienable Rights)," tandasnya.

Pompeo mengatakan bahwa kebebasan beragama dijamin dalam konstitusi negaranya. Masyarakat AS, katanya, bebas memeluk agamanya dan menjunjung toleransi. Menurutnya, kebebasan memeluk agama dan menegakkan toleransi harus diteruskan.

Secara khusus, Pompeo menyebut nama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berhasil mengawal masa transisi Indonesia menuju demokrasi dan menjunjung tinggi humanisme, yang lalu dilanjutkan dengan pemimpin NU selanjutnya yang mengkampanyekan Islam Nusantara. Dia bahkan menyebut kelompok Islam moderat bisa memukul kelompok ISIS.

Usai dialog yang dipandu Khatib 'Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gus Yaqut menyerahkan plakat kepada Mike Pompeo. Plakat tersebut berisi teks dukungan GP Ansor terhadap aspirasi yang diungkapkan dalam Laporan Commission on Unalienable Rights.

Plakat itu juga memuat pernyataan kesiapan untuk berjuang bersama orang-orang yang berkehendak baik dari setiap agama dan bangsa untuk mendorong munculnya tatanan dunia yang benar-benar adil dan harmonis, yang didasarkan pada penghormatan atas persamaan hak dan martabat setiap manusia.


(azr/idh)