PD Sesalkan Pernyataan Mega, Sebut Tak Bijak Pertanyakan Sumbangsih Milenial

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 20:57 WIB
Kepala Bakomstra DPP Demokrat Ossy Dermawan (Dok. Pribadi)
Foto: Kepala Bakomstra DPP Demokrat Ossy Dermawan (Dok. Pribadi)

Menurut Didi Irawadi, demo anarkis merupakan rekayasa kelompok penyusup yang hendak bermain di air keruh. Ia menyebut, demo anarkis tidak ada hubungannya dengan konteks kaum milenial.

"Justru kaum milenial Indonesia banyak yang hebat-hebat dan kreatif. Banyak karya-karya hebat yang sudah mereka hasilkan. Di bidang teknologi (IT, mesin, elektro), fisika, juga seni, budaya, sastra, olahraga dll," tutur Didi.

Anggota DPR ini berharap agar Megawati lebih hati-hati lagi dalam menilai kaum milenial. Didi menyebut, dukungan dan semangatlah yang diperlukan dari generasi muda sebab mereka merupakan calon pemimpin bangsa.

"Justru harusnya beri semangat dan dukungan agar banyak dari mereka yang bisa sukses. Ingat masa depan bangsa ada di tangan milenial. 10 tahun ke depan akan banyak pemimpin baru kelak dari kalangan mereka," ucapnya.

Meski Megawati meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak memanjakan kaum milenial, Didi berharap agar generasi milenial tetap diberi perhatian khusus.

"Berikan fasilitas dan keistimewaan pada mereka agar lebih banyak lagi kaum milenial yang bisa sukses untuk negeri ini, baik kancah Indonesia maupun dunia," kata Didi.

Seperti diketahui, Megawati meminta Presiden Jokowi tidak memanjakan generasi muda atau kaum milenial. Dia lantas mempertanyakan apa sumbangsih yang telah diberikan kaum muda milenial saat ini.

"Anak muda kita aduh saya bilang ke presiden, jangan dimanja, dimanja generasi kita adalah generasi milenial, saya mau tanya hari ini, apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa viral tanpa bertatap langsung, apa sumbangsih kalian untuk bangsa dan negara ini?" kata Mega dalam sambutannya di acara peresmian Kantor DPD secara virtual, Rabu (28/10).

Megawati lalu mengungkit demonstrasi yang berujung ricuh dan merusak fasilitas. Dia heran atas peristiwa perusakan fasilitas itu.

"Masa hanya demo saja, nanti saya di-bully ini, saya nggak peduli, hanya demo saja ngerusak, apakah ada dalam aturan berdemo, boleh saya kalau mau debat," ungkap presiden ke-5 RI itu.

Halaman

(elz/dkp)