Bantu Pulihkan Ekonomi, KAI Suntikkan Dana RP 9,4 M ke UMKM

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 20:27 WIB
Rail Express
Foto: PT KAI
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan dukungan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bangkit di masa pandemi COVID-19. Sampai dengan September 2020, KAI menyalurkan bantuan untuk 2.438 UMKM mitra binaan.

Di tahun 2020, KAI mengalokasikan dana Rp 9,4 miliar untuk disalurkan kepada UMKM. Jumlah tersebut naik 8% dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp 8,7 miliar. Bantuan diberikan untuk mendorong kinerja UMKM sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian nasional.

"KAI turut mendukung salah satu prioritas Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri Erick Thohir yakni peningkatan nilai ekonomi dan dampak sosial," ujar VP PR KAI Joni Martinus melalui keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Selain memberikan pembiayaan modal usaha, KAI juga melakukan pembinaan dan pelatihan oleh pakar di bidang masing-masing. Pelatihan tersebut meliputi proses produksi, pengemasan produk, pemasaran, dan sebagainya.

Joni menambahkan di masa pandemi COVID-19, KAI memberdayakan UMKM di Bandung dan Yogyakarta untuk memproduksi masker dan baju APD. Produk tersebut tersebut selanjutnya diserahkan ke pihak terkait untuk didistribusikan kepada masyarakat dan sejumlah rumah sakit yang membutuhkan. Di sektor makanan, seluruh mitra binaan KAI didorong untuk menjual secara online hasil produksinya demi menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19.

"Harapannya UMKM yang KAI bina semakin yang berkembang usahanya. Dengan berputarnya roda ekonomi di sektor UMKM, dapat mendukung pemulihan perekonomian nasional," timpal Joni.

Program pengembangan UMKM mendapatkan penghargaan kategori Pemberdayaan Ekonomi Komunitas dalam ajang Nusantara CSR Awards 2020 yang diselenggarakan oleh The La Tofi School of CSR beberapa waktu lalu. Pada ajang tersebut, KAI juga mendapatkan empat penghargaan di kategori lainnya, yaitu Kategori Peningkatan Mutu Kesehatan untuk program Rail Clinic, Kategori Peningkatan Mutu Pendidikan untuk program mewujudkan impian generasi anak bangsa di masa pandemi, Kategori Bantuan Kesehatan dan Ekonomi untuk Penanganan Darurat COVID-19, dan Kategori Pemimpin Penginspirasi Praktik CSR diperoleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo.

Rail Express untuk Angkutan Pangan

KAI, lanjut Joni, juga ikut berkontribusi dalam program ketahanan pangan pemerintah dengan menghadirkan layanan Rail Express. Rail Express merupakan layanan KAI untuk jasa angkutan retail station to station dan station to point dengan harga relatif terjangkau. Layanan ini tersedia di 60 stasiun.

Tarif Rail Express untuk rute Jakarta ke Bandung dipatok Rp 600/kg, Jakarta ke Surabaya Rp 1.500/kg dan Jakarta ke Malang Rp 1.700/kg. Tarif minimal yang dikenakan kepada pelanggan adalah 5 kg. Adapun untuk angkutan motor dihitung berdasarkan kapasitas mesin.

Sampai dengan September KAI telah mengangkut 3.462 ton bahan pangan yang terdiri dari bahan pokok, biji-bijian, buah, hewani, makanan olahan, rempah-rempah, sayur, susu, dan telur. Masyarakat mulai mempercayakan Rail Express dari waktu ke waktu, terbukti dengan jumlah angkutan pangan pada bulan September 2020 mencapai 788 Ton, naik 22% dibanding Agustus yaitu 647 Ton.

Selain bahan pangan, Rail Express juga melayani hampir semua jenis angkutan retail lainnya, seperti paket, motor, produk UMKM, e-commerce, dan lainnya. Sampai dengan September 2020, Rail Express telah melayani pengangkutan 95 ribu ton barang.

Jumlah angkutan Rail Express meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode September 2020, KAI telah melayani 11.792 ton barang retail, naik 8% dibanding Agustus 2020 sebesar 10.875 ton.

"Diharapkan dengan hadirnya layanan Rail Express, akan dapat mendukung ketahanan pangan nasional dimana KAI menyediakan layanan distribusi logistik menggunakan kereta api yang murah, cepat, dan aman," tutup Joni.

(mul/mpr)