Ini 13 Kabupaten/Kota Tingkat Kesembuhan Corona Terendah, 4 Nol Persen

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 17:12 WIB
Poster
Foto Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan ada 13 kabupaten/kota dengan tingkat kesembuhan yang rendah. Kabupaten dan kota tersebut tersebar, khususnya di wilayah paling barat dan timur Indonesia.

"Jika dilihat dari kasus sembuh, ternyata justru kabupaten/kota yang cenderung berada di wilayah Indonesia paling timur dan paling barat yang memiliki tingkat kesembuhan yang rendah. Hal ini dapat terjadi karena belum masifnya testing atau pemeriksaan laboratorium serta fasilitas pelayanan kesehatan yang belum maksimal disediakan untuk penderita COVID-19," ujar Wiku dalam konferensi pers daring yang disiarkan di Youtube BNPB Indonesia, Kamis (29/10/2020).

Wiku melanjutkan, dari 13 kabupaten/kota ini, persentase kesembuhan Corona-nya di bawah 25 persen. Bahkan 4 kabupaten/kota di antaranya mencatatkan angka kesembuhan nol persen.

"Masih terdapat 13 kabupaten/kota yang angka kesembuhannya kurang dari 25 persen. Bahkan yang sangat mengkhawatirkan 4 dari 13 kabupaten/kota ini mencatatkan kesembuhan 0 persen," tutur Wiku.

Berikut 13 kabupaten/kota yang menjadi sorotan Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 karena angka kesembuhannya rendah:

1. Natuna, Kepri (angka kesembuhan 0%)
2. Ngada, NTT (angka kesembuhan 0%)
3. Belu, NTT (angka kesembuhan 0%)
4. Manggarai Timur, NTT (angka kesembuhan 0%)
5. Sarmi, Papua (angka kesembuhan 13,3%)
6. Kepulauan Yapen Papua (angka kesembuhan 14,2%)
7. Maybrat, Papua Barat (angka kesembuhan 16,6%)


8. Padang Lawas, Sumut (angka kesembuhan 19,5%)
9. Bungo, Jambi (angka kesembuhan 20,8%).
10. Kaimana, Papua Barat (angka kesembuhan 22,2%).
11. Nias Utara, Sumut (angka kesembuhan 22,2%)
12. Sarolangun, Jambi (angka kesembuhan 24,11%)
13. Mamuju Utara, Sulbar (angka kesembuhan 24,3%)

"Empat kabupaten/kota dengan 0 persen kesembuhan dikarenakan baru saja terdampak COVID-19 sehingga dari jumlah kasus yang ada, belum mengalami kesembuhan. Data kasus per 25 Oktober menunjukkan bahwa Natuna memiliki 1 kasus, Ngada 52 kasus, Belu 2 kasus, dan Manggarai Timur 1 kasus," jelas Wiku.

(aud/idh)