Elite PDIP: Bu Mega Minta Milenial Tak Dimanja untuk Hindari Budaya Instan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 10:33 WIB
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira
Andreas Hugo Pareira. (Dok. Facebook)
Jakarta -

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memanjakan generasi muda atau kaum milenial. Elite senior PDIP Andreas Hugo Pareira menilai Megawati memberi komentar agak keras seperti itu agar kaum milenial tidak terbiasa dengan budaya instan.

"Maksud Ibu Mega tentu baik, bertepatan dengan hari peringatan Sumpah Pemuda, agar generasi muda Indonesia kini tetap menjiwai semangat perjuangan generasi pemuda perintis kemerdekaan yang dengan keberanian, komitmen dan kerja keras melawan imperialisme kolonialisme pada zamannya," ujar Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Kamis (29/10/2020).

Menurut Andreas, generasi milenial harus memahami mengenai etos perjuangan, komitmen, dan kerja keras para pemuda saat menggelorakan Sumpah Pemuda pada 1928. Ia menyebut Sumpah Pemuda itulah yang kemudian melahirkan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

"Etos perjuangan, komitmen dan kerja keras inilah juga menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang dihormati dan disegani oleh dunia internasional, dan bahkan ikut berperan memelopori kelahiran bangsa-bangsa baru yang merdeka setelah KAA 1955," tutur Andreas.

"Sejarah Indonesia telah membuktikan pemuda Indonesia selalu menjadi pembuka jalan menuju perubahan, mendobrak kemapanan-kemapanan struktural yang memiskinkan dan membelenggu masyarakat," imbuh anggota Komisi XI DPR itu.

Menurut Andreas, atas dasar itulah Megawati memberi sorotan kepada kaum milenial yang notabene memiliki banyak kemudahan saat ini. Diharapkan, generasi milenial bisa mencontoh para pemuda terdahulu yang memiliki daya juang tinggi membangun Indonesia.

"Sebagai negarawan senior di republik ini, Ibu Mega tentu sangat berharap agar generasi muda Indonesia atau yang sekarang lebih populer dengan kaum milenial ini untuk menghindari budaya instan, yang menuntut dan hanya mau menerima," ucap Andreas.

"Tetapi harus tetap dalam etos perjuangan, komitmen dan kerja keras untuk memajukan bangsa dan menjadikan Indonesia bangsa yang terhormat, disegani dalam era kompetisi global abad 21 dengan berbagai tantangannya," sambungnya.

Simak video 'Megawati Minta Jokowi Tak Manjakan Milenial: Apa Sumbangsih Mereka?':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2