Round-Up

5 Fakta Wanita Bawa Bensin Hendak Bakar Balai Kota Jakarta

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 07:02 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Foto: Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Seorang perempuan mengancam akan membakar Blok G Balai Kota DKI Jakarta. Perempuan yang ingin bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini membawa botol diduga berisi bensin.

Perempuan itu masuk ke Gedung Balai Kota DKI dan membawa bensin untuk membakar salah satu gedung pada Selasa 27 Oktober 2020.

"Kejadiannya itu kemarin (27/10) jam 12 siang," ucap Kabiro Umum Budi Awaludin, Rabu (28/10/2020).

Dalam video yang beredar, anggota TNI dan polisi yang berjaga memeriksa dan mengeluarkan isi tas si perempuan yang masuk ke Balai Kota DKI. Tidak terima, perempuan tersebut berteriak ke petugas jaga.

"Saya tidak terima ini semua. Kubakar kantor ini... (suara tak jelas -red). Kalian kekerasan kepada saya," kata perempuan tersebut dalam video yang beredar.

"Ibu bawa bensin, mau bakar?" kata seorang petugas menimpali.

"Iya memang aku mau bakar," kata wanita itu menjawab.

"Bensin itu," kata seorang anggota polisi di lokasi.

Berikut 5 fakta wanita bawa bensin hendak bakar Balai Kota Jakarta:

Detik-detik Perempuan Ancam Bakar Gedung Balai Kota

Kabiro Umum Pemprov DKI Jakarta Budi Awaludin menceritakan perempuan tersebut masuk ke Blok G lantai 12 Biro Perekonomian di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa 27 Oktober sekira pukul 12.00 WIB.

Perempuan tersebut menyebutkan ingin mengecek surat namun marah-marah kepada pegawai Balai Kota.

"Pamdal perempuan karena melihat ibu-ibu maksa dan teriak-teriak. Akhirnya pandal ini meminta bantuan dari BKO kota, TNI-Polri, dan pamdal naik ke atas. Karena dia memaksa mau ketemu (Kepala Biro Perekonomian), akhirnya teriak, 'Saya akan bakar gedung ini,' teriaknya sepeti itu," katanya.

Petugas kemudian memeriksa tas perempuan tersebut. Ditemukanlah botol air mineral berisi minyak.

"Akhirnya kita geledah tasnya, ternyata di tasnya itu ada bensin dan kayak karton gitu. Akhirnya kota amankan bensinnya," ujar Budi.

Budi mengaku telah bersurat kepada Polsek Gambir. Perempuan itu disebut telah mengancam merusak aset negara.

Wanita Itu Disebut Alami Gangguan Jiwa

Kabiro Umum Pemprov DKI Jakarta Budi Awaludin menyebut perempuan yang berniat membakar Gedung Balai Kota DKI Jakarta mengalami gangguan jiwa. Hal itu diketahui dari surat yang dibawanya dan berisi keterangan aneh.

Budi mengatakan surat yang dibawa wanita itu merupakan surat pengaduan yang akan diajukan kepada Biro Perekonomian, di lantai 12 Blok G, area Balai Kota DKI Jakarta. Namun, isi suratnya dinilai tidak masuk akal karena mengaku memiliki uang di Bank DKI dan akan dibagikan kepada polsek-polsek di Jakarta.

"Kami menduga ibu ini juga tidak waras karena suratnya juga surat aneh, bahasanya juga tidak beraturan," kata Budi saat dihubungi, Rabu (28/10/2020).

"Bahasanya, suratnya mau minta duit ke Bank DKI karena dia punya uang di Bank DKI, terus karena dia mewakili Polsek-polsek. Seperti itu, jadi ngaco," ujarnya.

Tak hanya itu, wanita tersebut juga mengaku sebagai presiden dan penyanyi Rhoma Irama sebagai wakilnya. "Terus dia jadi pemimpinnya dan Rhoma Irama jadi wakilnya, bahasanya gak jelas. Jadi bahasanya ngaco," kata Budi.

Budi kemudian membacakan isu surat yang dibawa wanita itu. Dalam surat itu ada permintaan wanita itu agar Gubernur DKI Anies Baswedan menyebutnya sebagai presiden. Berikut isi surat yang dibacakan:

Saya mau bertemu kepada kamu (Anies Baswedan) sekarang juga dalam rangka sebelum saya kembali kepemimpinan kedudukan kepresidenan. Langsung saja jadi presidennya dan sebagai wakil presidennya ayah Rhoma Irama.

Saya sekarang ini mengambil posisi kedudukan di kepemimpinan Kapolsek Cawang di Jatinegara. Saya mengambil uang anggaran, tunjangan uang berwenang di kepemimpinan saya di harta ini karena rekan Kapolsek lain di wilayah Jakarta ini mengharapkan sekali kepada saya uang tunjangan tersebut sebagai yang bagi tunjangan dan uang jalan. Dan begitu, dengan anggota karena saya belum masuk ke dalam Gedung Istana, saya mengambil uang tunjangan ini di Bank DKI.

Demikianlah, yang saya sampaikan agar Anies Baswedan langsung bertemu dengan saya sekarang juga. Harapan dapat dimengerti. Dari yang berwenang, Ibu Negara RI Ernawati Ululaya Nias, anak bunda Ani Yudhoyono/Rhoma Irama. Pemimpin Kapolsek Cawang Otista Jatinegara.

Lihat juga video 'Massa Demo Ricuh Terobos Balai Kota DKI Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2