Round-Up

Bapak Keji di Aceh-Sumsel Perkosa Anak Sendiri Berkali-kali

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 23:04 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Berdasarkan UU Perlindungan Anak, CA terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp 5 miliar. Jika pelakunya adalah orang tua, hukuman bakal ditambah satu pertiga.

Sementara, bila merujuk qanun maka pelaku pelecehan seksual terhadap anak yang diatur dalam Pasal 47 diancam dengan hukuman maksimal 90 kali cambuk atau denda 900 gram emas atau penjara selama 90 bulan.

Selain itu, hukuman untuk pemerkosa diatur pada Bagian Ketujuh, yaitu dari pasal 48 hingga 56. Pada pasal 47 dijelaskan, pemerkosa yang memiliki hubungan mahram diancam dengan hukuman cambuk paling sedikit 150 kali dan paling banyak 200 kali atau denda 1.500 gram emas murni atau penjara paling sedikit 150 bulan dan paling lama 200 bulan.

Ayah Perkosa Anak di OKU Selatan

Kasus ayah memerkosa anak sendiri juga terjadi di OKU Selatan, Sumatera Selatan. Pria berinisial HS (27) itu ditangkap polisi karena diduga memperkosa anak kandungnya yang berusia 8 tahun.

Penangkapan itu berawal dari laporan ibu korban. Ibu korban menyebut putrinya itu diperkosa oleh HS.

"Benar, ada seorang pria ditangkap terkait kasus persetubuhan anak di bawah umur. Korban anak kandungnya sendiri berusia 8 tahun," kata Kapolres OKU Selatan, AKBP Zulkarnain Harahap, saat dimintai konfirmasi, Rabu (28/10/2020).

Korban Diperkosa Lebih dari Sekali

Zulkarnain mengatakan ibu korban datang ke kantor polisi pada Senin (26/10) malam. Ibu korban disebut tak terima anak satu-satunya disetubuhi pelaku.

"Sebelum datang ke kami, pelapor sempat menemui kepala desa. Setelah itu pelapor menghubungi kami," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP AH Apromico, menyebut HS diduga sudah berulang kali menyetubuhi putrinya. Aksi bejatnya itu diduga dilakukan sejak 2019.

"Sudah beberapa kali, pada 2019 itu ada dua kali dan pada 2020 ini ada dua kali dilakukan. Ini masih kami dalami lagi," ujarnya.

Berdalih Sering Ribut dengan Istri

Apromico menyebut HS berdalih pemerkosaan itu dilakukan karena sering ribut dengan istrinya. Namun, polisi terus mendalami motif pelaku.

"Pengakuan sering ribut sama istrinya, tapi masih kami dalami lagi karena korban kan masih berusia 8 tahun, anak kandung dan satu-satunya, semata wayang," ucap Apromico.

Halaman

(haf/haf)