Hindari Konflik dengan Manusia, Gajah Liar di Riau Dipasang GPS

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 21:44 WIB
Gaja liar di Riau.
Foto: Dok BBKSDA Riau
Pekanbaru -

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aktivis lingkungan memasangkan kalung GPS Collar ke gajah liar. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya konflik manusia dan satwa liar.

"Kami melaksanakan pemasangan ini bersama aktivis lingkungan di Riau yakni Rimba Satwa Foundation (RSF), Perkumpulan Gajah Indonesia (PGI), dan pegiat satwa dengan dukungan pihak ke tiga," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Haryono menjelaskan, pemasangan GPS Collar sejak 20 hingga 26 Oktober 2020 ini baru terpasang tiga GPS dari empat yang ditargetkan. Satu GPS Collar masih dalam upaya proses pemasangan.

Dalam pemasangan ini juga melibatkan dua dokter hewan yakni drh Rini Deswita, drh Danang, dibantu drh Anhar dari penggiat satwa.

"Untuk pemasangan GPS Collar, kita juga menurunkan tim mahout (pawang gajah) dan tiga ekor gajah jinak yang terdiri dari dua gajah jantan dan satu betina yang bernama Bangkin (45), Jovi (40 ), dan Indah (51)," kata Haryono.

Haryono menyebutkan pemasangan GPS Collar diharapkan dapat memonitor posisi dan pola pergerakan satwa tersebut. Sehingga bisa dipergunakan untuk mitigasi konflik antara manusia dan Satwa liar dalam hal ini Gajah Sumatera.

"Harapannya pada tahun 2021, semua kelompok Gajah Sumatera di Riau sudah terpasang GPS Collar. Semoga ini merupakan salah satu solusi agar manusia dan satwa dapat hidup berdampingan," pungkas Haryono.

(cha/idn)