Ratusan Gajah Afrika Mati Secara Misterius, Apa Penyebabnya?

ABC Australia - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 15:20 WIB
Jakarta -

Pada bulan Juni tahun ini, laporan kematian misterius sejumlah gajah mulai menyeruak, berawal dari Botswana di selatan Afrika.

Hewan-hewan yang sekarat dikabarkan dalam kondisi lemah, kurus, kehilangan orientasi dan bahkan setengah lumpuh. Seorang saksi melihat salah seekor gajah berputar-putar dan tidak bisa berbalik arah.

Bangkai gajah-gajah tersebut dibiarkan utuh, mengesampingkan kemungkinan perburuan liar.

Setiap pekan ada lebih banyak berita tentang kematian gajah. Pada bulan Juli, Pemerintah Botswana menyatakan ratusan gajah telah mati karena penyakit yang tidak diketahui.

Sebagian besarnya berada di kawasan Okavango Panhandle, delta di pedalaman yang terkenal dengan satwa liarnya.

Gajah Afrika punah dengan cepat, sebagian besar karena perburuan gading, dan Botswana menguasai sepertiga populasi gajah di benua Afrika.

Ada kekhawatiran akan terjadi ledakan kematian gajah yang tak terkendali, jika penyebabnya tidak cepat ditemukan.

Pada akhir Juli, 330 ekor gajah telah dipastikan mati dengan penyebab yang tidak diketahui.

Dead elephant on the ground

Supplied: Seekor gajah yang mati di Delta Okavango, Botswana, Afrika.

Sebagian besar dari 330 gajah Botswana dilaporkan mati di dekat lubang air yang mengandung ganggang biru atau hijau.

Pada awalnya alasan racun ini dikesampingkan, karena tidak ada hewan lain yang mati, tetapi para ahli memperkirakan gajah bisa sangat rentan, karena mereka menghabiskan banyak waktu untuk mandi dan minum air dalam jumlah besar.

Pemerintah Botswana mengatakan akan memantau kolam air di musim hujan berikutnya untuk menghindari kematian gajah-gajah.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dan Erwin Renaldi dari laporan dalam Bahasa Inggris

(ita/ita)