Maulid Nabi 2020, Berikut Biografi Singkat Nabi Muhammad SAW

Rosmha Widiyani - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 20:37 WIB
ilustrasi nabi muhammad
Foto: iStock/Maulid Nabi 2020, Berikut Biografi Singkat Nabi Muhammad SAW
Jakarta -

Biografi singkat Nabi Muhammad SAW biasanya dibacakan saat perayaan Maulid Nabi yang tahun ini jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020 besok. Maulid Nabi adalah momentum mengenang kembali kelahiran Nabi Muhammad SAW yang menjadi teladan umat Islam.

Nabi Muhammad SAW disebutkan dalam sejumlah Sirah Nabawiyah lahir pada 12 Rabiul Awwal pada tahun Gajah sekitar tahun 570 Masehi. Caussin de Perceval dalam sebuah essainya yang berjudul I'Histoire des Arabes menyebut Nabi Muhammad lahir pada bulan Agustus tahun 570.

Berikut biografi singkat Nabi Muhammad SAW:

1. Tahun 570 M: Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah dan Aminah saat Makkah diserang Raja Abraha dengan pasukan gajah. Serangan tersebut diabadikan dalam Al Quran surat Al Fil.

Ayah Nabi Muhammad SAW meninggal sebelum beliau lahir, sehingga masa kecilnya dihabiskan bersama kakek dari pihak ayah Abdul Muttalib. Dikutip dari Encyclopedia Britannica, ibu Nabi Muhammad SAW meninggal pada usia 6 tahun yang disusul sang kakek pada umur 8 tahun.

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW diasuh sang paman Abu Talib yang saat itu menjadi kepala Bani Hashim yang baru. Ketika menemani sang paman ke Suriah seorang ahli agama mengenali Muhammad sebagai utusan Allah SWT.

2. Tahun 595 M: Sekitar tahun ini, Nabi Muhammad SAW menginjak usia 25 tahun dan bekerja pada saudagar perempuan kaya Siti Khadijah. Kagum dengan karakter Nabi Muhammad SAW, Khadijah yang saat itu berusia 40 tahun menawarkan pernikahan.

Pernikahan tersebut dianugerahi dua orang anak laki-laki yang meninggal saat masih kecil, serta empat orang anak perempuan yang dikagumi dunia. Selama Khadijah hidup, Nabi Muhammad SAW tidak menikah lagi meski praktik poligami tergolong biasa.

3. Tahun 610 M: Di tahun inilah, Nabi Muhammad SAW mulai menerima wahyu saat berusia 40 tahun. Wahyu tersebut ayat pembuka surat Al-Alaq yang dibawa Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW dikisahkan panas dingin dan sangat gelisah usai menerima wahyu hingga ditenangkan Khadijah. Sepupu Khadijah, Waraqah ibn Nawfal, mengkonfirmasi status Muhammad sebagai seorang utusan Allah SWT.

4. Tahun 613 M: Selama tiga tahun wahyu terus turun namun Nabi Muhammad SAW membatasi diri untuk membicarakan hal tersebut. Wahyu baru mulai dibicarakan ketika turun perintah dari Allah SWT untuk menyebarkannya pada masyarakat luas.

Aktivitas Nabi Muhammad SAW awalnya tidak mendapat perlawanan dari Quraisy dan masyarakat Makkah. Perlawanan baru terjadi saat Al Quran menyatakan tidak ada Tuhan selain Allah SWT.

Pernyataan dalam Al Quran berlawanan dengan praktik suku Quraisy dan masyarakat Arab. Nabi Muhammad SAW lahir di lingkungan suku Quraisy yang saat itu menjadi masyarakat elit di Makkah.

Besarnya perlawanan, memaksa para pengikut Nabi Muhammad SAW mencari perlindungan hingga ke penguasa Ethiopia. Perlindungan yang ditawarkan penguasa Ethiopia sempat membuat beberapa suku di Makkah melakuan boikot dan menolak berniaga dengan Quraisy.

Setelah masalah boikot selesai, Nabi Muhammad SAW mengalami Isra Mi'raj yang luar biasa. Dalam perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian surga inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima kali sehari.

5. Tahun 619 M: Abu Talib, paman Nabi Muhammad SAW meninggal yang kemudian diganti Abu Lahab sebagai pemimpin Bani Hashim. Abu Lahab menarik semua perlindungan atas Nabi Muhammad SAW dan menegaskan utusan Allah SWT tersebut dapat diserang.

Nabi Muhammad SAW sempat mencari perlindungan ke Al-Ta'if namun tidak berhasil. Perlindungan justru diberikan sekelompok masyarakat yang tinggal di Madinah atau Yathrib.

Di saat yang sama Siti Khadijah meninggal hingga Nabi Muhammad SAW menyebut momen ini sebagai tahun yang menyedihkan. Nabi SAW baru menikah lagi usai meninggalnya Khadijah.

6. Tahun 622 M: Sekitar tahun 622, Nabi Muhammad SAW memutuskan hijrah ke Madinah bersama sahabat dan khalifah pertama Abu Bakar. Hijrah adalah perjalanan penting yang menentukan perkembangan Islam di masa mendatang.

Nabi Muhammad SAW hijrah setelah mendapat peringatan dari Malaikat Jibril. Peringatan inilah yang membantu Nabi Muhammad SAW lolos dari rencana pembunuhan yang disusun Quraisy.

Islam terus berkembang dan meraih banyak pengikut selama Nabi Muhammad SAW berada di Madinah. Rasulullah SAW bahkan mendesain rumahnya supaya bisa digunakan sebagai tempat ibadah.

7. Tahun 624 M: Sekitar tahun 624 atau 18 bulan setelah hijrah, Allah SWT memberi perintah mengubah arah wajah dihadapkan saat sholat (kiblat). Arah kiblat menjadi Makkah di Masjidil Haram setelah sebelumnya Masjidil Aqsa.

Di tahun yang sama muslim di Madinah dan Makkah mulai perang demi memperluas pengaruh Islam. Perang ini mengambil tempat spesial dalam sejarah Islam sebagai bukti ketangguhan kaum muslim.

Beberapa perang yang sempat terjadi adalah:

1. Perang Badar pada Tahun 624 M

2. Perang Uhud pada Tahun 625 M

3. Battle of the Trench pada Tahun 627 M

8. Tahun 628 M: Nabi Muhammad SAW mengambil keputusan melaksanakan ibadah haji ke Makkah bersama pengikutnya. Suku Quraisy dan penduduk Makkah lain mencegah kedatangan kaum muslim, hingga rombongan Nabi Muhammad SAW berhenti di wilayah Hudaybiyyah.

Di wilayah tersebut Nabi Muhammad SAW dan suku Quraisy akhirnya menyepakati perjanjian Hudaybiyyah. Dalam perjanjian tersebut dikatakan, kaum muslim bisa menunaikan haji pada 629 dan permusuhan dihentikan sementara.

Dua bulan setelah perjanjian Hudaybiyyah, Nabi Muhammad SAW memimpin kaum muslim dalam perang Khaybar. Wilayah Khaybar di Madinah utara ditempati Yahudi yang kemudian berhasil direbut kaum muslim.

Kaum Yahudi dibolehkan tetap berada di Khaybar namun menyerahkan separuh dari hasil panen kurma kepada muslim di Madinah. Dengan kesepakatan ini pihak yang kalah tak perlu meninggalkan Khaybar.

9. Tahun 629 M: Ibadah haji dilaksanakan sesuai isi perjalanan Hudaybiyyah. Sayangnya terjadi serangan dari kaum yang menolak wahyu Allah SWT pada kelompok muslim, yang mengakibatkan perjanjian tak lagi bisa dilaksanakan.

10. Tahun 630 M: Nabi Muhammad memimpin pasukan untuk merebut kota Makkah bersama sejumlah sahabat dan orang kepercayaan. Dengan strategi dan tekad memperbesar pengaruh Islam, Makkah akhirnya takluk dan dikuasai kaum muslim.

Masih di tahun yang sama, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan hingga perbatasan Suriah di wilayah Tabuk. Perang Tabuk membuktikan kembali ketangguhan kaum muslim yang bergerak atas nama Allah SWT, hingga berhasil menguasai beberapa kota.

Sebelum pergi ke Tabuk, Nabi Muhammad SAW sempat kembali ke Madinah dan menerima berbagai suku yang beraliansi dengan muslim. Di tahun ini pengaruh Islam makin besar hingga tak lagi hanya sekitar Makkah.

11. Tahun 632 M: Pada tahun ini, Nabi Muhammad SAW sempat memimpin sendiri rombongan haji menuju Makkah dan melakukan haji penghabisan (farewell pilgrimage). Kesehatan Rasulullah SAW mulai menurun hingga Nabi Muhammad SAW menghembuskan nafas terakhir di Madinah.

Maulid Nabi 2020 menjadi saat yang tepat untuk membaca dan mengingat kembali biografi Nabi Muhammad SAW. Semoga sebagai umatnya, kita mampu meneladani karakter beliau yang mulia.

(row/erd)