Sejak Pandemi, Jumlah Sampah Berkurang di Padang Turun 200 Ton Sehari

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 20:21 WIB
Truk sampah DKI Jakarta mengular panjang saat menunggu antrean masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Selasa (26/05/2020).
Ilustrasi truk sampah (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Padang -

Produksi sampah di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami penurunan sejak terjadinya pandemi Corona (COVID-19). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat penurunan terjadi antara 100-200 ton setiap harinya.

"Iya, sejak pandemi terjadi penurunan jumlah sampah yang kita angkut ke pembuangan akhir," kata Kepala DLH Kota Padang, Mairizon, kepada wartawan, Rabu (28/10/2020).

Mairizon mengatakan jumlah sampah yang dihasilkan warga Padang dalam sehari rata-rata mencapai 600 ton. Namun sejak pandemi COVID-19, sampah yang datang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) hanya 400-500 ton sehari.

"Turunnya sekitar 100-200 ton sehari," kata dia.

Untuk mengumpulkan sampah warga, terdapat 139 titik tempat penampungan sementara (TPS) yang tersebar di berbagai lokasi. Warga diwajibkan membuang sampah di TPS mulai pukul 17.00-05.00 WIB. Dari TPS, sampah kemudian diangkut menuju TPA.

Bermacam moda pengangkut sampah sudah disediakan Pemerintah Kota Padang, seperti mobil sweeper, truk, kontainer, becak motor, mesin pencacah kompos, mesin steam, bank sampah, ekskavator, buldoser, perahu pengangkut sampah, dan alat angkut lainnya.

Satu kontainer disebut mampu mengangkut 7 meter kubik sampah. Dan dalam sehari, potensi timbunan sampah mencapai 1.940,85 meter kubik

(jbr/jbr)