Anak Wakil Wali Kota Tangerang Didakwa Kasus Narkoba

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 20:11 WIB
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja
Ilustrasi sabu (Foto: Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Anak Wakil Wali Kota Tangerang, Akmal Syuhairudin Jamil (AKM) didakwa terkait kasus narkoba. AKM didakwa atas pembelian sabu bersama rekan-rekannya.

"Akmal Syuhairudin Jamil (anak Wakil Wali Kota tangerang) didakwa dakwaan Primair Pasal 114 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009," kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana, melalui Kepala Seksi Intelijen R. Bayu Probo, dalam keterangannya, Rabu (28/10/2020).

AKM didakwa bersama tiga temannya secara terpisah, yaitu Muhammad Taufiq, Dede Setiawan, dan Syarifudin. AKM didakwa dan diancam pidana Pasal 114 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009, Pasal 112 ayat (1) jo 132 ayat (1) UU RI No. 35/2009, Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35/2009.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa bersalah karena tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Adapun perbuatannya diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Adapun kasus itu bermula, saat terdakwa lainnya, Taufiq menghubungi terdakwa AKM dengan maksud memberitahunya bahwa Taufiq bersama terdakwa lainnya Dede dan Syarifudin akan membeli narkoba jenis sabu sebanyak 0,5 gram seharga Rp 800 ribu. Narkoba tersebut dibeli secara patungan dengan cara masing-masing membayar Rp 400 ribu yang sudah dibayar terlebih dahulu oleh saksi Dede senilai Rp 800.000.

Kemudian terdakwa AKM memberitahu Taufiq akan menambahkan uang sebesar Rp 800 ribu untuk membeli sabu sehingga menjadi sebanyak 1 gram seharga Rp 1,6 juta. Selanjutnya terdakwa mentransfer uang Rp 800 ribu ke Taufiq.

"Setelah terdakwa selesai transfer uang tersebut kepada saksi Taufiq selanjutnya saksi Taufiq memberitahu kepada terdakwa untuk datang ke rumah saksi Dede dan terdakwa menyetujuinya," kata Wirajana.

Selanjutnya, ketika terdakwa berada di rumah terdakwa lainnya, Dede, tiba-tiba anggota kepolisian datang melakukan penangkapan dan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan itu ditemukan sabu seberat brutto 0,51 gram.

"Dilakukan penggeledahan terhadap rumah saksi Dede dan ditemukan 1 buah plastik klip kecil berisi kristal warna putih diduga Narkotika jenis sabu dengan berat brutto 0,51 gram yang berada di saku jaket milik terdakwa dan diakui kepemilikannya adalah milik terdakwa, saksi Syarifudin, saksi Taufiq dan saksi Dede," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2