Patroli, Bakamla Selamatkan Nelayan yang Terapung 2 Hari di Selat Malaka

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 17:56 WIB
Bakamla RI selamatkan nelayan, kapal nelayan terapung di tengah laut, ilustrasi kapal nelayan, ilustrasi kecelakaan kapal
Foto: Bakamla selamatkan nelayan di Selat Malaka. (Dok Bakamla RI).
Jakarta -

Personel Bakamla RI menyelamatkan 5 orang nelayan yang sudah terapung di Selat Malaka selama 2 hari karena kapal mati mesin. Kapal tradisional milik nelayan itu hampir terseret arus ke wilayah perairan Malaysia.

Berdasarkan keterangan dari Bakamla RI, Rabu (28/10/2020), nelayan bernama Abdulrahman dan empat temannya ditemukan terombang-ambing di Perairan Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Kapal kayu mereka terapung-apung dengan kondisi mati mesin selama 2 hari di tengah laut sampai kapal patroli Bakamla, KN Pulau Dana-323 menyelamatkan.

"Untung saja kami diselamatkan oleh Bakamla RI, kalau tidak, sebentar lagi kami sudah terbawa arus memasuki perairan Malaysia," kata Abdulrahman.

Awalnya, Kapal Bakamla yang dikomandani oleh Letkol Bakamla Hananto Widhi tengah melakukan patroli di wilayah Selat Malaka. Kemudian kapal bertuliskan Indonesia Coast Guard itu melihat kapal kayu yang terombang-ambing.

Bakamla RI selamatkan nelayan, kapal nelayan terapung di tengah laut, ilustrasi kapal nelayan, ilustrasi kecelakaan kapalBakamla RI selamatkan nelayan. Foto: (Dok Bakamla RI).

Personel KN Pulau Dana juga melihat Abdulrahman dan teman-temannya memberi sinyal meminta pertolongan. Letkol Hananto lalu memerintahkan anak buahnya untuk mendekat menggunakan rigid hulled inflatable boat (RHIB).

Setelah diketahui kapal nelayan Abdulrahman mati mesin, kapal kayu itu kemudian ditarik mendekat ke lambung kiri KN Pulau Dana. Para nelayan kapal yang rusak juga dievakuasi ke KN Pulau Dana untuk beristirahat.

Kepada Komandan KN Pulau Dana, Abdulrahman dan teman-temannya bercerita kapal mereka tiba-tiba mati mesin saat sedang melaut mencari ikan. Persediaan makanan dan minuman para nelayan tersebut juga sudah habis setelah terapung selama 2 hari di tengah laut.

Personel Bakamla berhasil memperbaiki kapal nelayan milik Abdulrahman. Para nelayan tersebut kini sudah kembali ke Kuala Tanjung dengan selamat.

(elz/imk)