100 Ton Ikan Mati Mendadak, Kualitas Air Danau Toba Jadi Sorotan

ADVERTISEMENT

100 Ton Ikan Mati Mendadak, Kualitas Air Danau Toba Jadi Sorotan

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 17:35 WIB
Proses pengangkutan bangkai ikan dari Danau Toba (dok. Istimewa)
Foto: Proses pengangkutan bangkai ikan dari Danau Toba (dok. Istimewa)
Pakan ikan itu memiliki berbagai kandungan organik, mulai nitrogen hingga fosfor. Pengendapan itu mengakibatkan sinar matahari sulit menembus permukaan danau. Hal itu disebut membuat ikan-ikan mati.

"Limbah organik tinggi itu butuh oksigen untuk mengurai. Tanpa oksigen, ikan-ikan di sana mati," ujarnya.

Sebelumnya, ratusan ton di keramba apung milik 99 kepala keluarga di Samosir mati mendadak pada Rabu (21/10). Ikan-ikan yang mati ini dimasukkan ke dalam karung lalu dikubur.

"Ikan yang mati sesuai koordinasi Pak Camat Pangururan dikubur di Huta Tinggi. Ini sedang mencari solusinya saat diangkut truk agar dilapisi plastik supaya air yang terbawa ikan busuk tidak tercecer di jalan dan tidak menimbulkan bau busuk," kata Kepala Dinas Pertanian Samosir, Viktor Sitinjak, saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/10).

Viktor menyebut penyebab ikan-ikan tersebut diduga akibat angin kencang yang memicu putaran air di Danau Toba. Menurutnya, air keruh yang naik membuat ikan kekurangan oksigen.

"Ikan mati akibat angin kencang sehingga ada putaran air di bawah danau," kata Kepala Dinas Pertanian Samosir, Viktor Sitinjak, saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/10).

"Air keruh naik ke atas menerjang ikan di keramba membuat ikan susah bernafas karena kekurangan oksigen," sambungnya.


(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT