Antisipasi Kelompok Anarko di Demo, Polda Metro: Sudah Kita Deteksi

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 15:40 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kombes Yusri Yunus menyebut pihaknya telah mendeteksi kelompok anarko di demo. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengantisipasi anarko yang akan merusuh di demo omnibus law UU Cipta Kerja hari ini. Polda Metro Jaya menyebut telah mendeteksi pergerakan kelompok anarko yang akan merusuh di demo.

"Untuk mendeteksi ini betul kita sudah antisipasi. Ada beberapa tempat-tempat yang memang ada kelompok-kelompok yang akan datang ke sini melakukan kerusuhan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Yusri mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi anarko. Polisi akan melakukan razia untuk mencegah kelompok anarko yang akan merusuh di demo.

"Kita lakukan razia, kita amankan nantinya," imbuh Yusri.

Sementara Yusri juga mengimbau kepada para pengunjuk rasa untuk mengantisipasi penyusup dalam kelompoknya. Yusri berharap para mahasiswa dan buruh tidak terprovokasi.

"Kepada teman-teman yang akan melaksanakan unjuk rasa. Jangan sampai terprovokasi, jangan sampai ada provokator masuk ke dalam situ," tutur Yusri.

Polda Metro Jaya sendiri telah menyiapkan 12.369 personel yang bersiaga mengamankan demo. Adapun titik-titik demo hari ini akan tersebar di kawasan Patung Kuda, Gedung DPR/MPR, hingga kawasan Tugu Proklamasi.

Diperkirakan ada 4.000 peserta aksi yang turun demo hari ini. Massa aksi tersebut menolak UU Cipta Kerja yang telah disahkan pemerintah.

(mei/mei)