Round-Up

Hasutan di Dunia Maya di Balik Pelajar Berdemo yang Jadi Fenomena

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 04:01 WIB
Polisi tangkap admin dan kreator medsos provokasi demo omnibus law UU Cipta Kerja
Polisi tangkap admin dan kreator medsos provokasi demo omnibus law UU Cipta Kerja (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Fenomena pelajar terlibat dalam unjuk rasa penolakan omnibus law UU Cipta Kerja tengah marak terjadi. Polda Metro Jaya mengungkap, fenomena ini terjadi lantaran adanya hasutan di media sosial.

Polda Metro Jaya menetapkan 143 tersangka yang diamankan dalam aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu. Dari 143 orang itu 67 di antaranya ditahan.

Kemudian, dari 67 tersangka yang ditahan itu, 31 di antaranya adalah pelajar. Polisi menyebut, para pelajar itu ikut aksi karena terprovokasi akun media sosial, salah satunya grup facebook dan grup WA 'STM se-Jabodetabek'.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkapkan para pelajar tersebut mayoritas tergabung dalam satu grup 'STM se-Jabodetabek'. Lewat grup tersebut, para pelajar memiliki satu kesamaan untuk bisa terlibat demo.

"Jadi mereka ada juga yang tadi mereka diajak oleh teman-temannya, kemudian rasa solidaritas tinggi bahwa mereka dalam suatu grup WhatsApp tersebut ataupun di akun STM se-Jabodetabek tersebut, ya mereka ada kesamaan. Istilahnya kesamaan satu rasa," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Nana juga mengatakan, saat dimintai keterangan, para tersangka pelajar tersebut mengaku tidak mengerti terkait tuntutan mereka, khususnya UU Cipta Kerja. Rata-rata pelajar hanya ikut-ikutan karena terprovokasi akun 'STM Se-Jabodetabek'.

"Apakah mereka sebenarnya tahu yang kemudian mereka melakukan demo tujuannya apa? Misalnya masalah selama ini tentang UU Cipta Kerja. Mereka faktanya dari hasil keterangan sama sekali tidak tahu," terang Nana.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3