Kapolda Jateng: Subur Terlibat Pembunuhan di Solo
Jumat, 20 Jan 2006 20:46 WIB
Solo - Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Dody Sumantyawan mengatakan diantara enam orang yang ditangkap Densus 88/AT di Jateng dua pekan terakhir, diantaranya pernah melakukan tindak kriminal. Ada yang mengaku melakukan perampokan toko emas ada yang mengaku terlibat kasus pembunuhan."Dari nama-nama yang sudah tertangkap, diantaranya diketahui pernah terlibat beberapa kasus kriminal. Kami terus melakukan pengembangannya, apakah tindakan itu mereka lakukan terkait dengan aksi terorisme atau kriminal murni," kata Kapolda di Mapolwil Surakarta, Jumat (20/1/2006).Menurut Kapolda, pihaknya masih belum mengetahui apakah ada kaitannya antara tindak kejahatan yang dilakukan seperti perampokan itu dengan aksi terorisme. "Kita masih terus mengembangkan penyelidikanya,'' tandas Kapolda.Diantara tindak kriminal yang pernah dilakukan, kata Dody, adalah perampokan di sebuah toko emas di Tegal pada Oktober 2005 silam. Namun Dody tidak menyebut nama pelaku perampokan itu. "Kita masih kembangkan terus, termasuk apakah hasil kejahatan itu digunakan untuk aksi terorisme (fa'i -red)," kata Dody.Bahkan tanpa menyebut persis kasusnya, Dody mengatakan bahwa Subur Sugiarto alias Marwan Hidayat alias Abu Mujahid disebut terlibat dalam sebuah pembunuhan di Kota Solo pada tahun 2001. "Semua itu terkuak dari pengakuan para tersangka saat dilakukan pemeriksaan," lanjutnya.Subur ditangkap polisi di Boyolali hari Selasa lalu. Dari informasi sejumlah sumber, Subur disebut-sebut sebagai tokoh kunci di Kelompok Semarang. Dia adalah orang kepercayaan Noordin M Top dan bertindak selaku pimpinan Kelompok Semarang dalam melakukan perekrutan anggota baru.Daftar Buron Akan Terus BertambahKapolda mengakui dalam dua pekan terakhir polisi telah menangkap enam orang yang diduga terkait jaringan teroris. Mereka ditangkap di Semarang, Kendal, Solo, Boyolali dan Karanganyar. Namun dari hasil pengembangan, dimungkinkan jumlah orang yang ditangkap akan terus bertambah.Keenam yang telah ditangkap, kata dia, masing-masing memiliki peran berbeda. Ada yang memberikan fasilitas atau melindungi buron teroris, ada pula yang berperan lebih besar seperti mencarikan orang untuk diserahkan kepada Noordin M Top sebagai anggota baru untuk disiapkan melakukan aksi teror.Kapolda juga membenarkan bahwa polisi menyita senjata api jenis revolver serta sejumlah amunisi dari tangan para tersangka. Mengenai asal senjata dan peluru itu, polisi masih akan mendalami lewat pemeriksaan. Selain itu juga disita sejumlah dokumen, VCD, handphone, disket serta barang-barang lain.
(ary/)











































