Prabowo: Saya Ingin Jadi Presiden karena Lihat 90-an RI ke Arah yang Salah

Prabowo: Saya Ingin Jadi Presiden karena Lihat 90-an RI ke Arah yang Salah

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 10 Jun 2026 16:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto di Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Lampung, Rabu (10/6/2026).
Presiden Prabowo Subianto di Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Lampung, Rabu (10/6/2026). (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya ingin menjadi Presiden. Prabowo bercerita tekad itu muncul setelah ia melihat Indonesia mulai bergerak ke arah yang keliru sejak dekade 1990.

"Kenapa saya ingin jadi Presiden. Saya ingin jadi Presiden karena saya sudah lihat kalau tahun '90-an Indonesia menuju arah yang salah, saya sudah lihat," kata Prabowo saat sambutan di acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Lampung, Rabu (10/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan keputusannya menjadi pemimpin nasional bukan semata-mata untuk meraih jabatan. Ketum Partai Gerindra itu mengaku telah lama memiliki kekhawatiran terhadap arah perjalanan bangsa.

"Saya bukan mau jadi Presiden hanya untuk jadi Presiden, lu kira enak," ujarnya.

Prabowo mengungkap tantangan terbesar menjadi Presiden datang dari dinamika di kalangan elite. Prabowo mengatakan kegaduhan muncul di kalangan elite, bukan kelompok rakyat.

"Karena kadang-kadang masyarakat elite kita ini, elite yang memang kejam, elite kita ini ya. Tapi hampir semua elite bangsa seperti kita ribut terus, elitenya ribut, rakyat tidak," ujar mantan Menteri Pertahanan itu.

Prabowo menilai rakyat memahami perlunya hidup yang rukun dan kerja sama. Hidup yang saling mengisi bukan membenturkan.

"Rakyat paling ngerti untuk dapat hidup yang baik harus ada kerukunan, harus ada paguyuban, harus ada kerja sama, harus ada saling mengisi, bukan saling menghantam," ujarnya.

Simak juga Video 'Kapolri Jelaskan Alasan Polri Dukung Ketahanan Pangan':

Halaman 2 dari 2
(eva/rfs)


Berita Terkait