Cerita Janda Bolong, Pelipur Lara Pedagang Bunga Saat Pandemi Corona

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 12:06 WIB
Tanaman janda bolong yang masih berukuran kecil (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Tanaman janda bolong yang masih berukuran kecil (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Pandemi Corona atau COVID-19 yang memaksa aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah membuat orang-orang menekuni hobi baru. Salah satunya merawat tanaman yang memberi berkah kepada para pedagang bunga di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Salah satu pedagang bunga, Minati, bercerita soal tanaman paling banyak diburu selama pandemi Corona. Salah satu yang paling laris adalah Monstera alias janda bolong.

"Kalau janda bolong masih tumbuh satu daun saja sudah dicari orang. Harganya kalau satu daun seperti ini Rp 30 ribu. Kalau untungnya ya udah jutaan lah ya," kata Minati di Jalan Adam Malik, Medan, Rabu (28/10/2020).

Tanaman sri rezeki (Ahmad Arfah-detikcom)Tanaman sri rezeki (Ahmad Arfah-detikcom)

Minati mengatakan tanaman janda bolong berukuran besar di tempatnya sudah ludes. Tanaman janda bolong yang tersisa hanya yang berukuran kecil.

"Ini masih bibitnya, yang lain sudah dibeli konsumen. Kalau harga beragam, seperti yang saya bilang tadi kalau bibit seperti ini udah Rp 30 ribu, kalau di pasaran ya bisa sampai jutaan juga untuk satu bunga janda bolong berukuran besar," ucapnya.

Selain janda bolong, tanaman yang paling dicari di toko milik Minati adalah Caladium. Tanaman ini dengan harga paling murah Rp 50 ribu.

"Caladium ini kan banyak juga jenisnya. Kalau yang paling murah ada yang Rp 50 ribu, kalau yang mahal ya jutaan juga ada," tutur Minati.

Selanjutnya
Halaman
1 2