Massa Buruh Tolak Omnibus Law Mulai Berdatangan di Area Patung Kuda Jakpus

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 09:42 WIB
Massa buruh demo tolak UU Cipta Kerja mulai berdatangan di Patung Kuda Jakarta Pusat
Massa buruh demo tolak UU Cipta Kerja mulai berdatangan di Patung Kuda Jakarta Pusat. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Menjelang aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja, massa buruh sudah mulai berdatangan di area Patung Kuda, Jakarta Pusat. Massa yang sudah mulai datang ini merupakan Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Surabaya.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (28/10/2020), puluhan massa buruh ini sudah tiba sekitar pukul 08.40 WIB. Massa tersebut datang langsung dari Surabaya.

"Aksi ini kami dari DPC LEM Kota Surabaya. Aksi ini atas instruksi DPC Lem untuk menyikapi omnibus law. Kita sudah melakukan di daerah kemarin tanggal 27 (Oktober), hari ini kita menyikapi dari pusat tanggal 28 (Oktober)," ujar Koordinator Aksi, Muadji Santoso, di lokasi.

Muadji menyebut total dari pihaknya ada 60 orang yang berangkat langsung dari Surabaya. Mereka menggunakan dua bus dari Surabaya.

"Dari Surabaya 60 orang, dua bus," katanya.

Muadji mengatakan akan ada juga massa FSP LEM SPSI dari Jabodetabek ikut bergabung. Saat ini, massa yang sudah tiba di Patung Kuda masih duduk menunggu aksi demo dimulai.

"Selain dari Surabaya, ada (massa) dari Jabodetabek," ucap Muadji.

Sebelumnya diberitakan, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berencana menggelar demonstrasi lagi bila UU Cipta Kerja tidak dibatalkan Presiden Joko Widodo. Aksi itu akan digelar pada 28 Oktober hari ini.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga bakal menggelar demo besar-besaran pada 1 November 2020 jika Presiden Jokowi meneken UU Cipta Kerja.

"Pertama, direncanakan tanggal 28 Oktober. Kalau Presiden menandatangani UU Cipta Kerja, pada saat itu, karena 29 Oktober tanggal merah, 31 Oktober hari Minggu, maka tanggal 1 November bisa dipastikan buruh-buruh KSPI akan menyerukan aksi nasional di seluruh Indonesia. Sebanyak 20 provinsi lebih dari 200 kabupaten/kota," ujar Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (24/10).

Catat! Begini Rekayasa Lalin di Sekitar Istana Jelang Demo Hari Ini:

[Gambas:Video 20detik]



(man/eva)