KPU Ogan Ilir Belum Terima Putusan MA yang Anulir Diskualifikasi Petahana

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 09:10 WIB
Ilustrasi gedung KPU dan Pemilu serentak 2019
Ilustrasi KPU (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Ogan Ilir -

Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan permohonan pasangan calon bupati dan wakil bupati Ilyas Panji-Endang yang didiskualifikasi KPU Ogan Ilir. Namun, KPU mengaku belum menerima salinan putusan MA itu.

"Sampai detik ini kami belum menerima putusan resmi dari MA. Kami ini masih menunggu, seluruh komisioner KPU juga menunggu," terang Ketua KPU Ogan Ilir, Massuryati saat dikonfimasi detikcom, Rabu (28/10/2020).

Massuryati menyebut pihaknya kini masih menunggu salinan putusan dari MA untuk mengambil langkah selanjutnya. Di mana sampai saat ini komisioner belum tahu isi putusan tersebut.

"Seharusnya salinan itu diberikan kepada para pihak. Saya sudah tanyakan juga ini kepada KPU RI di Jakarta, tetapi disuruh menunggu baru menentukan langkah apa yang harus dilakukan," katanya.

Setelah salinan keputusan diterima, KPU Ogan Ilir memastikan bakal mengikuti isi putusan. Komisioner KPU Ogan Ilir juga akan konsultasi dengan KPU Sumsel terlebih dulu.

"Kami nanti konsultasi dahulu dengan KPU Sumsel. Belum bisa berikan tanggapannya lebih jauh," katanya.

Dilihat detikcom di situs Kepaniteraan MA, Selasa, (27/10/2020), permohonan Ilyas yang terdaftar dengan nomor registrasi 1P/PAP/2020 itu sudah diputus. MA mengabulkan permohonan Ilyas.

"Kabul permohonan pemohon," demikian tulis MA. Putusan itu diketuk oleh majelis hakim yang terdiri dari Yosran, Is Sudaryono dan Yulius.

Timses Ilyas-Endang mengaku telah menerima putusan tersebut. Mereka menyebut Ilyas-Endang telah ditetapkan lagi sebagai peserta Pilkada.

"Benar, permohonan kita telah diputus MA. Permohonan kita dikabulkan, maka artinya pasangan Ilyas Panji-Endang ditetapkan kembali menjadi calon di Pilkada Ogan Ilir," kata Ketua Tim Pemenangan Ilyas Panji-Endang, Yulian Gunhar.

Dia mengatakan KPU membatalkan pencalonan Ilyas berdasarkan rekomendasi Bawaslu. Pihaknya, kata Ilyas, tetap menghormati proses yang dilakukan setiap lembaga.

"Didiskualifikasi katanya karena melanggar, di mana memberikan bantuan COVID-19. Tapi kami menghormati proses hukum dan masing-masing tugas. Tentunya keputusan yang diputus Bawaslu dan KPU pakai dalil," kata Yulian.

"Alhamdulillah, menurut kajian MA itu tidak terbukti. MA mengabulkan permohonan kita dan memerintahkan KPU kembali menerapkan pasangan Ilyas Panji-Endang calon di Pilkada 2020 di Ogan Ilir," sambungnya.

Tonton video 'KPU: Jika Pilkada Ditunda Bakal Banyak Masalah yang Muncul':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/mae)