Round-Up

Status Gratifikasi Ditelusuri di Balik Sepeda Anak Negeri untuk Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 07:00 WIB
Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda. Donasi diserahkan CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra dengan CEO  Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta (Dok istimewa)
Foto: Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda. Donasi diserahkan CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra dengan CEO Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta (Dok istimewa)
Jakarta -

Artis Daniel Mananta memberikan sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda ke 92 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). KPK sudah berkoordinasi dengan pihak istana untuk menelusuri soal gratifikasi tersebut.

Sepeda lipat tipe Ecosmo 10 Sp Damn memang tidak langsung diterima oleh Jokowi, tapi oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Moeldoko mengapresiasi sepeda itu karena produk dalam negeri.

"Saat ini banyak sekali produk-produk buatan anak bangsa dengan kualitas baik yang sudah tembus pasar global. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar produk-produk ini dapat berkembang dengan baik. Kini saatnya produk Indonesia merajai dunia," ujar Moeldoko dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (27/10/2020).

Sedangkan, Daniel mengatakan sepeda ini merupakan buatan dalam negeri hasil kolaborasinya dengan PT Roda Maju Bahagia. Dia optimis produk dalam negeri bisa bersaing dengan produk luar negeri lainnya.

"Dalam situasi pandemi global, semoga bangsa ini bisa segera melewatinya. Kita yakin bangsa ini sudah teruji dan bisa bangkit kembali dari berbagai macam problematika. Melalui kreativitas, produk-produk kita bisa sejajar dengan negara-negara lain secara global." kata Daniel yang juga merupakan CEO Damn! I Love Indonesia.

Terkait pemberian sepeda tersebut, KPK telah mengetahuinya. Mereka mengimbau Presiden Jokowi melaporkan penerimaan gratifikasi sepeda lipat.

"KPK telah berkoordinasi kepada pihak istana terkait informasi penerimaan sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda kepada Presiden Joko Widodo melalui KSP. Dan kami mendapat informasi bahwa sampai saat ini sepeda tersebut belum diterima oleh pak Presiden, dan akan dicek lebih lanjut," kata Plt Jubir KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati kepada wartawan, Selasa (27/10).

Ipi mengatakan jika sepeda lipat itu ditujukan untuk Jokowi, maka Jokowi diharuskan melaporkan pemberian sepeda paling lambat 30 hari kerja. Nantinya, KPK akan menetapkan sepeda itu apakah menjadi milik negara atau Jokowi.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan penyampaian laporan penerimaan gratifikasi paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima. Selanjutnya, setelah laporan diterima, KPK akan menganalisa dan menetapkan status penerimaan gratifikasi tersebut apakah menjadi milik negara atau milik penerima," ucap Ipi.

Simak juga video 'BUMN Tunjuk Timses Jokowi-Influencer Jadi Komisaris Pelat Merah':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2