Jokowi Dapat Sepeda dari Daniel Mananta, KPK Ingatkan Laporan Gratifikasi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 14:41 WIB
Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda. Donasi diserahkan CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra dengan CEO  Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta (Dok istimewa)
Foto: Moeldoko saat menerima donasi 15 sepeda lipat bertema Hari Sumpah Pemuda. Donasi diserahkan CEO PT Roda Maju Bahagia, Hendra dengan CEO Damn! I Love Indonesia, Daniel Mananta (Dok istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat sepeda lipat dari artis Daniel Mananta. KPK mengimbau Jokowi segera melaporkan sepeda lipat pemberian Daniel itu.

Daniel memberikan sepeda lipat itu kepada Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (26/10) kemarin. Sepeda lipat itu tipe ecosmo 10 Sp Damn, dibuat khusus dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda ke-92 pada 28 Oktober.

Moeldoko mengapresiasi sepeda lipat itu. Menurut Moeldoko, makin banyak produk yang dihasilkan oleh anak dalam negeri bisa memberikan dampak baik untuk perekonomian Indonesia.

"Saat ini banyak sekali produk-produk buatan anak bangsa dengan kualitas baik yang sudah tembus pasar global. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar produk-produk ini dapat berkembang dengan baik. Kini saatnya produk Indonesia merajai dunia," ujar Moeldoko dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (27/10/2020).

Sementara itu, Daniel mengatakan sepeda ini merupakan buatan dalam negeri hasil kolaborasinya dengan PT Roda Maju Bahagia. Dia optimis produk dalam negeri bisa bersaing dengan produk luar negeri lainnya.

"Dalam situasi pandemi global, semoga bangsa ini bisa segera melewatinya. Kita yakin bangsa ini sudah teruji dan bisa bangkit kembali dari berbagai macam problematika. Melalui kreativitas, produk-produk kita bisa sejajar dengan negara-negara lain secara global." kata Daniel yang juga merupakan CEO Damn! I Love Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Roda Maju Bahagia, Hendra berharap UMKM di Indonesia bisa semakin maju. Dia juga berharap daya beli produk lokal semakin meningkat guna menstabilkan perekonomian Indonesia.

"Memperkuat daya beli masyarakat bawah dengan memberikan stimulus terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) suatu langkah dan kebijakan yang positif. Ini akan sangat membantu roda perekonomian masyarakat," jelas Hendra.

KPK Minta Jokowi Laporkan Pemberian Sepeda Lipat

KPK mengatakan sudah mendapatkan informasi adanya pemberian sepeda lipat untuk Jokowi. KPK mengimbau Presiden Jokowi melaporkan penerimaan gratifikasi sepeda lipat.

"KPK telah berkoordinasi kepada pihak istana terkait informasi penerimaan sepeda lipat edisi khusus Sumpah Pemuda kepada Presiden Joko Widodo melalui KSP. Dan kami mendapat informasi bahwa sampai saat ini sepeda tersebut belum diterima oleh pak Presiden, dan akan dicek lebih lanjut," kata Plt Jubir KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati kepada wartawan, Selasa (27/10).

Ipi mengatakan jika sepeda lipat itu ditujukan untuk Jokowi, maka Jokowi diharuskan melaporkan pemberian sepeda paling lambat 30 hari kerja. Nantinya, KPK akan menetapkan sepeda itu apakah menjadi milik negara atau Jokowi.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan penyampaian laporan penerimaan gratifikasi paling lambat 30 hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima. Selanjutnya, setelah laporan diterima, KPK akan menganalisa dan menetapkan status penerimaan gratifikasi tersebut apakah menjadi milik negara atau milik penerima," ucap Ipi.

Ipi mengungkapkan dari catatan KPK, Jokowi selama ini patuh melaporkan gratifikasi. Pada 2017, KPK juga pernah memberikan penghargaan kepada Jokowi sebagai pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar.

Simak juga video 'BUMN Tunjuk Timses Jokowi-Influencer Jadi Komisaris Pelat Merah':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)