Round-Up

Cerita Indonesia Mulai Misi Pencarian 'Alien' di Antariksa

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 05:00 WIB
IN SPACE - In this handout provided by the National Aeronautics and Space Administration, Earth as seen from a distance of one million miles by a NASA scientific camera aboard the Deep Space Climate Observatory spacecraft on July 6, 2015. (Photo by NASA via Getty Images)
Foto: Foto Bumi (NASA via Getty Images)
Jakarta -

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) membangun fasilitas Observatorium Nasional di Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain sebagai saran edukasi publik, fasilitas ini juga dipakai untuk mencari kehidupan di luar bumi.

"Lapan telah membangun fasilitas Observatorium Nasional Timau di NTT, bersama dengan ITB, Undana, dan Pemda setempat. Mulai tahun ini, kami telah mengoperasikan teleskop 50 cm di Kupang, salah satunya untuk pengamatan komet dan asteroid," kata Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).

Selain itu, LAPAN merencanakan program pengamatan transient project mulai tahun ini. Arah program ini juga untuk mencari tahu soal teka-teki kehidupan di luar bumi.

"LAPAN akan merencanakan program pengamatan transient objects mulai tahun 2020. Eksoplanet dan supernova adalah contoh objek transien. Dengan kata lain, kami akan mulai mencari dan mempelajari eksoplanet dengan lebih sistematis. Salah satu arahnya memang menjawab apakah ada kehidupan di luar sana," ujarnya.

"Iya (kehidupan di luar bumi), itulah salah satu pertanyaan mendasar umat manusia yang ingin tahu," lanjutnya.

Dia menjelaskan bahwa saat ini LAPAN memiliki teleskop reflektor berdiameter 50 cm. Menurutnya, inilah 'senjata terbaik' LAPAN di Kupang.

"Sementara ini, teleskop reflektor berdiameter 50 cm adalah senjata terbaik kami di Kupang. Akhir tahun 2021, kami berharap datangnya teleskop yang lebih besar, yakni teleskop dengan diameter cermin 380 cm," tuturnya.

Soal anggaran, Rhorom mengatakan bahwa untuk teleskop 50 cm, harganya kira-kira mencapai Rp 1 miliar. Program ini sendiri mendapat anggaran sekitar Rp 340 miliar.

"Kalau untuk teleskop 50 cm, kira-kira sekitar Rp 1 m. Kurang-lebih sekitar 340 m yang bersumber dari APBN," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2