Penjelasan LAPAN Soal Observatorium Rp 340 M di NTT, Terbesar di Asia Tenggara

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 18:05 WIB
Kepala LAPAN Prof Dr Thomas Djamaluddin
Foto: Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin (Screenshoot 20detik)
Jakarta -

Indonesia saat ini sedang membangun observatorium nasional di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nilai proyeknya mencapai Rp 340 miliar. LAPAN menjelaskan observatorium ini akan menjadi pusat sains dan edukasi publik.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa observatorium itu dibangun sejak tahun 2017. Observatorium itu akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

"Untuk diketahui, sejak 2017 LAPAN bersama ITB dan UNDANA serta Pemprov NTT dan Pemkab Kupang membangun Observatorium Nasional di Gunung Timau, Kabupaten Kupang," kata Thomas kepada detikcom, Selasa (27/10/2020).

"Fasilitas utamanya adalah teleskop 3,8 meter, terbesar di Asia Tenggara. Semula ditargetkan selesai 2020, namun tertunda jadi 2021 karena beberapa kendala, antara lain akses jalan dan pandemi Covid-19," imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa fasilitas ini dibangun untuk edukasi publik, bukan hanya untuk mencari kehidupan di luar bumi. Tujuannya ialah untuk observasi astronomi.

"Selain itu dibangun juga Pusat Sains di Tilong, Kupang, sebagai pusat edukasi publik. Tujuan utama sebagai pusat observasi astronomi dan pemberdayaan kawasan timur Indonesia. Observasi astronomi mencakup objek-objek tata surya (seperti planet, komet, dan asteroid), fisika bintang dan galaksi, struktur besar alam semesta, sampai planet-planet di luar tata surya," ungkapnya.

Terkait anggaran Rp 340 miliar, dia menjelaskan itu anggaran multiyears. "Anggaran Rp 340 miliar adalah anggaran multiyears pembangunan observatorium nasional di Gunung Timau Kupang dengan teleskop berdiameter 3,8 meter (terbesar di Asia Tenggara) serta fasilitas Pusat Sains di Tilong, Kupang, untuk edukasi publik. Pusat Sains dilengkapi dengan teleskop berdiameter 50 cm," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2