ADVERTISEMENT

Round-Up

Hasutan di Dunia Maya di Balik Pelajar Berdemo yang Jadi Fenomena

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 04:01 WIB
Polisi tangkap admin dan kreator medsos provokasi demo omnibus law UU Cipta Kerja
Polisi tangkap admin dan kreator medsos provokasi demo omnibus law UU Cipta Kerja (Yogi Ernes/detikcom)


Kelompok Lapangan dan Penggerak

67 Tersangka ditahan terkait aksi demo anarkis di Jakarta. 67 Tersangka itu terbagi dalam dua kelompok yakni pelaku lapangan dan penggerak.

"Kelompok pertama yaitu pelaku lapangan yaitu yang melempar, merusak, dan membakar, seperti di gedung Kementerian ESDM dan fasilitas umum, seperti halte busway dan pos polisi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Kelompok kedua, lanjut Nana, adalah kelompok penggerak. Kelompok tersebut menggerakkan massa pelajar STM melalui akun media sosial.

Para pelaku ini adalah admin media sosial dan grup WhatsApp yang menyebarkan provokasi dan undangan di media sosial untuk merusuh di demo.

"Kelompok kedua, pelaku yang menggerakkan di mana kelompok yang memprovokasi, mem-posting dan menyebarkan dan mengajak demo rusuh melalui media sosial dan ajakan langsung," tutur Nana.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan beberapa pelaku tersebut ada yang berperan ganda, sebagai pelaku perusakan di lapangan dan menghasut di media sosial.

"Ada nggak pelaku lapangan yang juga admin? Jawabannya ada. Pelaku lapangan dan yang juga admin media sosial," terang Tubagus.


(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT