ADVERTISEMENT

Round-Up

Hasutan di Dunia Maya di Balik Pelajar Berdemo yang Jadi Fenomena

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 04:01 WIB
Polisi tangkap admin dan kreator medsos provokasi demo omnibus law UU Cipta Kerja
Polisi tangkap admin dan kreator medsos provokasi demo omnibus law UU Cipta Kerja (Yogi Ernes/detikcom)


10 Admin-Kreator 'STM Se-Jabodetabek' Ditangkap

Polda Metro Jaya mengungkap salah satu akun media sosial 'STM se-Jabodetabek' yang memprovokasi massa pelajar di demo anarkis. Dalam kasus ini, ada 10 orang ditangkap yang merupakan admin dan kreator grup tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan bahkan kasus ini merupakan pengembangan dari 3 pelaku sebelumnya yang ditangkap terkait admin 'STM Se-Jabodetabek'. Jadi, total saat ini yang diamankan ada 10 orang.

"Ada 3 yang kami tangkap, inisial MI, MN, MH. Mereka adalah yang selama ini membuat dan merupakan kreator dan admin WhatsApp Grup Jakarta Timur. Ini masih kita kembangkan lagi," kata Nana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Nana mengatakan grup tersebut memiliki ribuan member. Karena WA group tidak mencukupi, mereka kemudian membuat grup 'Demo Omnibus Law'.

Dari pengembangan 3 tersangka sebelumnya itu, polisi kemudian menangkap 2 admin dan kreator WhatsApp group 'Demo Omnibus Law' berinisial AP dan FS.

"Kemudian juga kami kembangkan, kami tangkap 1 orang berinisial MAR. Ini merupakan admin dari WhatsApp grup STM se-Jabodetabek. Dari WhatsApp Grup ini masih ada yang statusnya DPO berjumlah 3 orang," terang Nana.

Selain itu, penyidik berhasil mengamankan 4 orang admin dan kreator dari grup Facebook STM se-Jabodetabek dengan inisial WH (16), MRAI (16), GAS (16), dan JF (17). Nana mengatakan keempat admin ini masih berstatus sebagai pelajar.

Polda Metro Jaya juga mengamankan admin akun grup Instagram @panjang.umur.perlawanan berinisial FN (17). Admin tersebut membuat sejumlah posting-an yang mengajak melakukan tindakan anarkis.

"Untuk modus operandi pelaku membuat posting-an di akun Facebook dan Istagram. Jadi posting-an seperti ini 'STM bergerak. Panggilan pada seluruh siswa STM Se-Jabodetabek'. Akun ini berisi hasutan-hasutan yang mengajak melakukan demo anarkis," katanya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT