Berhamburan Duit di Skandal Jiwasraya untuk Beli Porsche hingga Judi di Makau

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 13:53 WIB
Sebanyak enam tersangka kasus korupsi Jiwasraya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (3/6/2020). Mereka hadir dengan memakai masker dan face shield.
Terdakwa Jiwasraya Pakai Rompi Tahanan (Ari Saputra/detikcom)

- 1 unit apartemen Pakubuwono Signature Unit Satinwood milik Terdakwa yang diatasnamakan Ratnawati Wihardjo
- 1 unit apartemen Pakubuwono Signature Unit Satinwood Nomor 51 D milik Terdakwa yang diatasnamakan Ratnawati Wihardjo
- 1 unit Apartemen Setiabudi Skygarden atas nama Ratna Widuri Ong (Istri Terdakwa HERU HIDAYAT)
- Restoran Thai Village berubah nama menjadi Shuguo Yin Xiang yang berada di Mall Senayan City milik Terdakwa melalui Joanne Hidayat Tahun 2018.

Selain membeli sejumlah aset di atas, Heru juga menyamarkan hartanya dengan bermain judi, berikut rinciannya:

-Tanggal 24/03/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp 912.000.000
-Tanggal 18/06/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp 690.000.000
-Tanggal 14/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp900.000.000
-Tanggal 23/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500.000.000
-Tanggal 22/01/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) dan RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp 1.000.000.000
-Tanggal 17/03/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500.000.000,
-Tanggal 29/04/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) sejumlah Rp500.000.000,
-Tanggal 16/05/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp500.000.000
-Tanggal 07/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp3.500.000.000
-Tanggal 08/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand sejumlah Rp1.500.000.000
-Tanggal 09/08/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp1.470.000.000
-Tanggal 06 September 2016 sebesar Rp2.200.000.000,00 untuk bayar kasino MGM di Macau.
-Tanggal 23 November 2016 sebesar Rp5.000.000.000,00 dalam 2 kali transfer @2.500.000.000,00 untuk keperluan bayar kasino MGM di Macau.
- Pada tanggal 19 Juli 2013 ke BCA sejumlah Rp 11.070.000.000,00 untuk membayar utang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat
-Tanggal 22 Juli 2013 ke BCA No. Rekening 3863008979 sejumlah Rp10.044.549.000,00 untuk membayar utang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat.

Dengan ada TPPU ini, hakim mempertimbangkan tidak ada alasan meringankan di kasus Benny dan Heru. Hakim mengatakan perbuatan keduanya tidak bisa ditoleransi.

"Bahwa terdakwa di persidangan bersikap sopan dan terdakwa menjadi kepala keluarga, namun terdakwa tidak menyesali perbuatannya. Sehingga sikap sopan dan sebagai kepala keluarga terhapus oleh keadaan yang memberatkan yang ada di diri terdakwa," tegas hakim.

Atas dasar itu, Benny dan Heru melanggar Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), dan ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Terkait TPPU, Keduanya melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Halaman

(zap/dhn)