Bangun Observatorium di NTT, LAPAN Mulai Cari Kehidupan di Luar Bumi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 11:34 WIB
IN SPACE - In this handout provided by the National Aeronautics and Space Administration, Earth as seen from a distance of one million miles by a NASA scientific camera aboard the Deep Space Climate Observatory spacecraft on July 6, 2015. (Photo by NASA via Getty Images)
Foto bumi dari luar angkasa. (NASA via Getty Images)

"Sementara ini, teleskop reflektor berdiameter 50 cm adalah senjata terbaik kami di Kupang. Akhir tahun 2021, kami berharap datangnya teleskop yang lebih besar, yakni teleskop dengan diameter cermin 380 cm," tuturnya.

Soal anggaran, Rhorom mengatakan bahwa untuk teleskop 50 cm, harganya kira-kira mencapai Rp 1 miliar. Program ini sendiri mendapat anggaran sekitar Rp 340 miliar.

"Kalau untuk teleskop 50 cm, kira-kira sekitar Rp 1 m. Kurang-lebih sekitar 340 m yang bersumber dari APBN," ungkapnya.

Kendati demikian, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa observatorium itu dibangun sejak tahun 2017.

"Untuk diketahui, sejak 2017 LAPAN bersama ITB dan UNDANA serta Pemprov NTT dan Pemkab Kupang membangun Observatorium Nasional di Gunung Timau, Kab Kupang," ujarnya.

"Fasilitasnya utamanya adalah teleskop 3,8 meter, terbesar di Asia Tenggara. Semula ditargetkan selesai 2020, namun tertunda jadi 2021 karena beberapa kendala, antara lain akses jalan dan pandemi Covid-19.

Dia menegaskan bahwa fasilitas ini dibangun untuk edukasi publik. Tujuannya ialah untuk observasi astronomi.

"Selain itu dibangun juga Pusat Sains di Tilong, Kupang, sebagai pusat edukasi publik. Tujuan utama sebagai pusat observasi astronomi dan pemberdayaan kawasan timur Indonesia. Observasi astronomi mencakup objek-objek tata surya (seperti planet, komet, dan asteroid), fisika bintang dan galaksi, struktur besar alam semesta, sampai planet-planet di luar tata surya," ungkapnya.

Terkait anggaran Rp 340 m, dia menjelaskan itu anggaran multiyears. "Anggaran 340 m adalah anggaran multiyears pembangunan observatorium nasional di Gunung Timau Kupang dg teleskop berdiameter 3,8 meter (terbesar di Asia Tenggara) serta fasilitas Pusat Sains di Tilong, Kupang, untuk edukasi publik. Pusat Sains dilengkapi dengan teleskop berdiameter 50 cm," ujarnya.

Halaman

(rdp/tor)