Nadiem: Banyak Menteri Pendidikan Lain Tertarik Program Kuota Belajar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 09:16 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim hadiri acara penyerahan DIPA 2020 dari Jokowi. Penyerahan itu digelar di Istana Negara.
Mendikbud Nadiem Makarim. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Indonesia memberikan bantuan berupa kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan banyak Menteri Pendidikan negara lain tertarik pada program ini.

"Saya bicara dengan menteri-menteri dari luar negeri, menteri pendidikan lainnya, dan mereka melihat ini sebagai salah satu inovasi di bidang dunia penanganan COVID. Banyak sekali menteri-menteri pendidikan lainnya lumayan terkejut dan sangat tertarik untuk melihat bagaimana ini program pembagian pulsa, karena kami melakukan ini dalam waktu 4 sampai 5 minggu, beserta dengan Kemenkeu," ujar Nadiem dalam diskusi di akun YouTube Kemenkeu, seperti dilihat, Selasa (27/10/2020).

Nadiem menjelaskan pemerintah menyalurkan bantuan kuota internet hingga ke 40 juta nomor HP. Nadiem mengusulkan ke depannya ada pola distribusi melalui dompet digital yang sudah terintegrasi dengan nomor HP penerima bantuan.

Seorang siswa SD tetap belajar secara daring saat banjir rob menerjang kawasan Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Begini potretnya.Seorang siswa SD tetap belajar secara daring saat banjir rob menerjang kawasan Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Begini potretnya. (Pradita Utama/detikcom)

"Belum pernah di sejarah Indonesia melakukan distribusi sampai 40 juta nomor lewat nomor HP dengan cara ini yang sebegitu cepat bisa terdistribusi. Mungkin Bu Ani (Menkeu Sri Mulyani, red) ini bisa menjadi salah satu inovasi bahwa kita melihat bahwa kalau misalnya ada digital wallet dalam setiap nomor-nomor HP ini bisa menjadi pola distribusi pola bantuan sosial yang cukup terbiasa," paparnya.

Nadiem mengklaim bantuan kuota belajar sangat dirasakan masyarakat dan hampir 85 persen responden menilai program ini tepat sasaran. Ke depan, pemerintah akan menyempurnakan program bantuan kuota belajar.

"Dana kuota yang sekarang, saya sangat senang dan gembira mendengar berbagai macam survei bahwa ini adalah program bantuan sosial pendidikan yang luar biasa terasanya. Hampir 85 persen dari masyarakat merasa bahwa ini program yang tepat sasaran. Tentunya program ini harus terus kita sempurnakan," ujar Nadiem.

Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan pemangku kepentingan lainnya, yakni Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Untuk peserta didik PAUD, subsidi kuota yang dialokasikan sebanyak 20 GB/bulan, peserta didik dasar dan menengah 35 GB/bulan, pendidik PAUD dan pendidikan dasar dan menengah 42 GB/bulan, serta mahasiswa dan dosen 50 GB/bulan. Semua itu memiliki jatah kuota umum 5 GB/bulan, sisanya adalah kuota belajar.

(dkp/aud)